Polri catat dalam sehari terjadi 106 kecelakaan usai Idul Fitri

Polri catat dalam sehari terjadi 106 kecelakaan usai Idul Fitri

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Argo Yuwono. ANTARA/HO-Divisi Humas Polri

Jakarta (ANTARA) - Polri mencatat angka kasus kecelakaan lalu lintas di seluruh wilayah Indonesia usai Lebaran 2021 masih tinggi, misalnya data pada hari Sabtu (15/5) tercatat 106 kejadian, 11 orang di antara korban kecelakaan meninggal dunia.

"Kasus kecelakaan pada hari Sabtu cukup banyak. Tercatat ada sekitar 106 kejadian. Dari jumlah tersebut 11 orang di antaranya meninggal dunia, 9 orang luka berat, 133 orang luka ringan," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Argo Yuwono dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Minggu malam.

Argo menyebutkan kecelakaan lalu lintas tidak hanya menimbulkan korban, jiwa tetapi juga kerugian materiel.

Kerugian materiel yang dialami dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada hari Sabtu (15/5) sebanyak Rp74.750.000,00.

Lebih lanjut Argo mengatakan bahwa Polri melaksanakan Operasi Ketupat 2021 di seluruh wilayah Indonesia selama periode larangan mudik Lebaran, mulai 6 hingga 17 Mei 2021.

Baca juga: Menko PMK: Peniadaan mudik Lebaran 2021 berjalan cukup bagus

Selama Operasi Ketupat 2021, pada hari Sabtu (15/5) sebanyak 11.230 unit kendaraan diberhentikan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 620 pengemudi ditilang karena tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan dan melanggar rambu lalu lintas, sedangkan 10.610 pengendara kena teguran.

"Penindakan dan kecelakaan lalu lintas ini dilakukan dan terjadi disejumlah wilayah," kata Argo.

Selain pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, Polri juga menemukan 175 kasus kejahatan konvensional. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 orang ditangkap, 38 ditahan, dan 260 orang dibina.

"Kejahatan yang menonjol umumnya adalah pencurian," kata Argo.

Selain itu, sebanyak 36.468 kendaraan diputar balik karena tidak melengkapi prasyarat untuk melakukan perjalanan selama periode peniadaan mudik.

Dari jumlah tersebut, 16.607 unit di antaranya roda dua, 16.388 unit roda empat, 284 unit roda dua penumpang, dan 3.189 unit kendaraan barang.

Argo menyebutkan jumlah kendaraan yang diputar balik hasil penyekatan di 22 titik pada ruas tol, 147 titik pada ruas nontol atau arteri, dan 212 di ruas jalur alternatif.

"Total kendaraan yang diperiksa per hari kemarin (Sabtu, red.) sebanyak 50.315 unit. Sebanyak 36.468 di antaranya diputar balik karena tidak persyaratan yang telah ditentukan," kata Argo.

Baca juga: Tempat wisata Matua Waterpark ditutup sementara karena langgar prokes

Selain melakukan penyekatan, Polri dan instansi terkait melakukan tes cepat secara acak terhadap pengendara yang melintasi pos penyekatan.

Dari 3.250 kali rapid test yang dilakukan terhadap pemudik, kata dia, 24 orang ditemukan positif, sedangkan 3.226 orang lainnya negatif.

Polri juga melaksanakan kegiatan pembagian 1.968 masker kepada masyarakat.

Tidak hanya itu, guna meminimalisasi terjadi lonjakan angka penyebaran COVID-19 di objek wisata, Polri melaksanakan monitoring ke sejumlah lokasi wisata di DKI Jakarta, seperti Ancol, TMII, dan Ragunan, termasuk sejumlah tempat wisata di Jawa Barat, seperti Pangadaran.

"Hasil monitor dan pulbaket terkait dengan situasi kamtibmas dan arus lalin di lokasi wisata secara umum aman dan kondusif. Objek wisata pantai relatif kondusif, tidak terdapat konsentrasi wisatawan yang melebihi batas normal," kata Argo.
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021