Kemarin, penundaan vaksin AstraZeneca hingga korban perahu terbalik

Kemarin, penundaan vaksin AstraZeneca hingga korban perahu terbalik

Kemenkes hentikan sementara 448.480 dosis AstraZeneca batch CTMAV547

Jakarta (ANTARA) - Penundaan sementara vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 oleh Kementerian Kesehatan menjadi sorotan dalam kanal berita humaniora ANTARA pada Minggu (16/5).

Selain itu, berita seputar penyekatan arus balik mudik hingga pencarian korban tenggelam akibat perahu terbalik di Kedung Ombo dapat Anda simak kembali melalui tautan berikut,

Kemenkes hentikan sementara 448.480 dosis AstraZeneca batch CTMAV547

Kementerian Kesehatan memutuskan menghentikan sementara distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca Batch atau kumpulan produksi CTMAV547 berjumlah 448.480 dosis untuk keperluan pengujian toksisitas dan sterilitas yang kini dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

8.970.715 warga Indonesia telah menerima vaksin dosis lengkap

Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 melaporkan sebanyak 8.970.715 jiwa warga Indonesia telah mendapatkan dosis vaksin secara lengkap hingga Ahad pukul 12.00 WIB.

Doni Monardo: Hindari fenomena "pingpong dan balon" di pos penyekatan

Kepala Satuan Tugas (Satgas) COVID-19, Doni Monardo, mengingatkan personel gabungan di area penyekatan arus balik mudik Lebaran untuk menghindari pengendalian penularan virus corona secara "pingpong" maupun "balon".

Tim SAR temukan satu lagi korban kecelakaan perahu di Kedung Ombo

Tim SAR gabungan pada Minggu menemukan satu lagi jenazah korban kecelakaan perahu di Waduk Kedung Ombo di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sehingga jenazah korban kecelakaan yang sudah ditemukan seluruhnya menjadi tujuh orang.

Enam korban perahu tenggelam di Kedung Ombo sudah teridentifikasi

Tim SAR gabungan sudah mengidentifikasi enam korban perahu tenggelam yang sudah ditemukan di Waduk Kedung Ombo (WKO) Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021