Penyintas gempa bumi Donggala diberi pelatihan wirausaha Muhammadiyah

Penyintas gempa bumi Donggala diberi pelatihan wirausaha Muhammadiyah

Penyintas gempa Donggala, Sulawesi Tengah, saat mendapat pelatihan wirausaha oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Sabtu (5/6/2021). (FOTO ANTARA/HO-Muhammadiyah)

Jakarta (ANTARA) - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memberikan pelatihan kewirausahaan bagi para penyintas korban gempa bumi di Donggala, Sulawesi Tengah, agar mereka dapat bangkit dan kembali berdaya secara ekonomi.

"Kelompok usaha yang diberi bantuan adalah usaha produksi. Untuk usaha individu ada berbagai pelatihan, mulai dari pelatihan manajemen bisnis, pelatihan konseling bisnis, hingga pelatihan technical skill," kata Manajer Program MDMC, Fery eL Shirinja dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu malam.

Ia menjelaskan anggota kelompok diberikan beberapa jenis pelatihan berupa pelatihan kanvas rencana usaha, pembukuan sederhana, kewirusahaan dan technical skill.

Selain peningkatan kemampuan, mereka juga mendapat bantuan dana, di mana jumlah bantuan untuk usaha kelompok berkisar Rp40 juta hingga Rp80 juta.

Bantuan diberikan berdasarkan jenis usaha produksi dan usulan dalam rencana biaya yang diajukan kelompok. Untuk bantuan usaha kelompok ini direncanakan untuk 20 kelompok.

Hingga saat ini telah terbentuk lima kelompok usaha produksi kopra putih yang tersebar di Desa Tondo satu kelompok, Desa Lompio satu kelompok, Desa Lende satu kelompok, dan Desa Meli dua kelompok.

“Saat ini anggota kelompok sedang diberikan pelatihan technical skill kopra putih,” katanya.

Pelatihan kelompok itu menerapkan sistem daring. Narasumber atau pelatih yang merupakan pengusaha kopra putih langsung memberikan pelatihan dari jarak jauh menggunakan aplikasi zoom yang terkoneksi ke setiap kelas.

“Karena masih sistem pandemi, kita menggunakan sistem hybrid dan peserta dibagi dalam lima kelas, biar tidak menumpuk. Selain itu, juga diawali dengan pemaparan pencegahan COVID-19 oleh bidan desa,” kata Fery eL Shirinja .

Senada dengan Fery, Koordinator Program Nasional MDMC, Yocki Asmoro mengatakan pihaknya menerapkan protokoler kesehatan COVID-19 secara ketat selama pelatihan dan kegiatan lainnya di lapangan.

“Hal ini sangat penting dalam mencegah penyebaran virus COVID-19,” katanya.

Baca juga: Muhammadiyah kirim tim tanggap bencana ke Sulawesi Tengah

Baca juga: Muhammadiyah bantu perahu untuk nelayan korban tsunami Donggala


Baca juga: Muhammadiyah Jateng: Siswa SMK mesti memiliki spirit wirusaha

Baca juga: Pemuda Muhammadiyah dorong bisnis Muhammadiyah bebas korupsi
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021