Orang tua di Kota Surabaya diminta jeli pilih sekolah anak

Orang tua di Kota Surabaya diminta jeli pilih sekolah anak

Salah seorang anak penghafal kitab suci agama Hindu sedang mengikuti tes Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SMP jalur prestasi di Kota Surabaya. ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya/am.

Surabaya (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Jawa Timur, meminta orang tua siswa jeli melihat sekolah yang dipilih untuk anaknya saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP khususnya jalur prestasi karena ada dua sekolah yang bisa dipilih.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Tri Aji Nugroho di Surabaya, Sabtu, mengatakan, pihaknya berharap orang tua siswa tidak memaksakan bertumpuk di satu sekolah saja.

"Kami imbau pilihan pertama adalah sekolah yang memang dituju atau dipilih sesuai keinginan, kemudian untuk pilihan sekolah kedua diharapkan yang dekat dengan rumahnya. Sehingga kami harap pendaftar di jalur prestasi bisa diterima semuanya," katanya.

Baca juga: Seluruh pengajar di Surabaya divaksin jelang sekolah tatap muka

Menurut dia, Dispendik hingga saat ini tengah melakukan serangkaian PPDB jenjang SMP. Salah satu jalur yang ditunggu-tunggu adalah jalur prestasi yang bakal dibuka pendaftarannya pada 16-20 Juni 2021.

Aji mengatakan jalur prestasi PPDB tahun 2021 ini diperuntukkan bagi dua kategori, yaitu siswa yang memiliki nilai rapor sekolah (NRS) Kota Surabaya dan juga juara perlombaan. Juara perlombaan ini bisa karena menang lomba-lomba dan juga bisa karena hafal atau menguasai kitab suci.

"Khusus yang hafal atau menguasai kitab suci ini, kami menggandeng Kemenag dan tokoh agama untuk melakukan pengujian. Karena ini tidak hanya berlaku bagi agama Islam, tapi juga agama lainnya seperti Kristen, Katholik, Budha, dan Konghucu," kata Aji.

Baca juga: Sekolah tatap muka SD di Surabaya harus dapat persetujuan ortu

Oleh karena itu, Aji memprediksi potensi pendaftar jalur prestasi ini cukup banyak. Apalagi, kalau dilihat dari jalur prestasi kategori juara perlombaan, terutama jika dilihat dari penghafal atau menguasai kitab suci, jumlahnya sudah sekitar 233 siswa, yang terdiri dari 90 siswa yang mengikuti tes di Kemenag dan juga 143 siswa penerima beasiswa hafidz Al Quran dari Dispendik Surabaya.

"Jadi, beberapa tahun ini kami punya program beasiswa bagi hafidz Al Quran. Pada akhir April lalu, mereka sudah dilakukan tes dan mendapatkan beasiswa. Jumlahnya sekitar 143 siswa kelas 6 SD. Mereka ini juga berhak mendaftar di jalur prestasi pada PPDB tahun 2021 ini," katanya.

Aji juga merinci potensi pendaftar jalur prestasi dari sisi agama. Khusus siswa yang beragama Islam diprediksi sekitar 177 pendaftar, terdiri dari penerima beasiswa hafidz Al Quran sebanyak 143 siswa ditambah 34 siswa yang mengikuti tes di Kemenag. Kemudian siswa yang beragama Hindu 11 siswa, Agama Katolik 9 siswa, dan Agama Kristen 36 siswa.

Baca juga: BI Jatim-ACT bantu pembelajaran siswa saat COVID-19

"Sekali lagi, ini adalah potensi pendaftar yang mungkin akan ikut dalam jalur prestasi khusus penghafal atau menguasai kitab suci," ujarnya.

Meski begitu, Aji juga memastikan bahwa para penghafal atau yang menguasai kitab suci ini tidak serta merta lolos masuk ke SMP. Namun, tetap bergantung pada keingingan siswa dan orang tua siswa, apakah akan menggunakan jalur prestasi itu atau tidak.

"Karena bisa saja mereka menggunakan jalur afirmasi atau jalur yang lainnya. Jadi, sekali lagi mereka nanti tetap harus melakukan pendaftaran pada tanggal 16 Juni nanti. Karena tes di Kemenag itu hanya untuk menguji bahwa dia benar-benar memiliki kemampuan dalam menghafal kitab sucinya," kata dia.

Makanya, apabila dia tidak mendaftar di jalur prestasi pada saat dibukanya pendaftaran tanggal 16, berarti secara otomatis dia tidak ingin mengikuti jalur prestasi tersebut. Sebab, bisa jadi siswa tersebut sudah diterima di jalur afirmasi, sehingga tidak perlu lagi ikut jalur prestasi ini. 

Baca juga: 14 SMP di Surabaya gelar simulasi sekolah tatap muka

 
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021