Aktivitas warga Tojo Una-Una mulai normal setelah gempa magnitudo 6,5

Aktivitas warga Tojo Una-Una mulai normal setelah gempa magnitudo 6,5

Kondisi ruas jalan di Kecamatan Ampana Kota, ibu kota Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) tampak masih lengang pada Selasa pagi (27/7/2021) pascagempa dengan magnitudo 6,5 mengguncang kabupaten itu pada Senin malam pukul 20.09 WITA. Tampak sejumlah warung masih tutup dan beberapa rumah masih kosong ditinggal mengungsi oleh pemiliknya. ANTARA/Dokumentasi Pribadi.

Palu (ANTARA) - Aktivitas warga di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) setelah gempa bermagnitudo 6,5 yang mengguncang pada Senin malam (26/7) pukul 20.09 WITA mulai kembali normal seperti sediakala.

Warga terutama yang bermukim di pesisir pantai yang pergi meninggalkan rumah menuju pegunungan untuk mengungsi, pada Senin malam, pada Selasa sudah kembali pulang bersama sanak saudara dan anggota keluarga.

"Dari hasil pemantauan yang kami lakukan, pada Selasa pagi, warga suda mulai turun dari gunung (meninggalkan pengungsian) dan kembali ke rumah. Sebagian besar sudah kembali ke rumah," kata Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Touna, Pian Matajeng kepada ANTARA via telepon di Kota Palu, Selasa.

Aktivitas pelayanan di instansi pemerintahan dan non pemerintahan pun juga mulai berangsur-angsur normal dengan tetap menetapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19 secara ketat.

Baca juga: 317 gardu listrik terdampak gempa di Sulawesi Tengah telah pulih

Baca juga: Peneliti: Sistem peringatan dini disesuaikan karakter gempa di wilayah

"Kondisi Touna terutama di ruas-ruas jalan masih lengang," ujarnya.

Pian mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik dan selalu waspada dengan potensi ancaman gempa susulan bahkan yang bermagnitudo lebih besar yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

"Tim BPBD Touna turun ke jalan-jalan menginformasikan kepada masyarakat agar tidak panik dan selalu waspada serta tidak mudah termakan dengan kabar hoaks di media sosial soal gempa," ucapnya.

Sampai saat ini, Pian mengabarkan tidak ada fasilitas umum, sosial, gedung pemerintahan dan rumah penduduk yang mengalami kerusakan berat maupun sedang setelah gempa.

Hanya ada satu rumah warga di Kecamatan Una-Una yang dinding depan rumahnya rubuh dan pagar rumah salah satu warga lainnya rubuh.

"Korban jiwa akibat gempa juga tidak ada. Hanya ada satu warga yang mengalami serangan jantung saat gempa terjadi kemudian menyebabkan meninggal dunia," ujarnya.

BPBD Touna terus berkoordinasi dengan seluruh camat dan kepala desa agar melaporkan jika ditemukan ada korban jiwa dan bangunan yang rusak akibat gempa di wilayahnya.

Gempa berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Semenanjung Minahasa, Kabupaten Touna Provinsi Sulawesi Tengah, pada Senin malam, sekitar pukul 20.09 WITA, menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diterima di Jakarta.

Episentrum gempa berada di 0,73 Lintang Selatan dan 121,92 Bujur Timur sejauh 59 kilometer timur laut Touna, Sulawesi Tengah dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa diinformasikan tak berpotensi tsunami.*

Baca juga: Profesor riset LIPI dorong penguatan penelitian sesar aktif

Baca juga: BPBD Tojo Una-Una: Tidak ada korban jiwa pascagempa magnitudo 6,5

Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021