Kementerian Investasi dorong pelaku usaha besar kolaborasi dengan UMKM

Kementerian Investasi dorong pelaku usaha besar kolaborasi dengan UMKM

Tangkapan layar Komite Investasi Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Anggawira dalam webinar UMKM Naik Kelas di Jakarta, Rabu (28/7/2021). (ANTARA/Sanya Dinda)

Jakarta (ANTARA) - Komite Investasi Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Anggawira mengatakan pihaknya akan terus mendorong pelaku usaha besar  berkolaborasi dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperkuat rantai pasokan.

Menurut Anggawira, program ini didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2021 tentang Bidang Penanaman Modal yang mensyaratkan pelaku usaha bermitra dengan UMKM untuk mendapatkan fasilitas seperti pembebasan bea masuk bahan baku maupun tax allowance atau tax holiday.

"Ini adalah kewajiban, ketika perusahaan mengurus tax holiday dan tax allowance, mereka tidak harus membayar pajak tapi dikonversi ke program-program seperti ini sehingga tercipta supply chain," kata Angga dalam webinar UMKM Naik Kelas di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Sebanyak 260 ribu pelaku UMKM ikut gabung dalam Jakpreneur

Ia mengatakan peraturan ini juga dibuat supaya UMKM merasakan dampak dari penanaman modal yang masuk. Untuk itu, perusahaan besar yang ingin mendapatkan fasilitas pun hanya bisa bekerja sama dengan UMKM yang berbasis di daerah yang sama dengan usaha besar.

"Jadi jangan sampai perusahaan yang terlibat itu-itu lagi. Jangan melakukan investasi di Indonesia bagian timur, tetapi supplier UMKM yang dipilih dari Jakarta," imbuh Angga.

Meski demikian, ia memastikan produk yang ditawarkan oleh UMKM harus memiliki nilai tambah serta memenuhi kuantitas dan kualitas yang disyaratkan oleh pelaku usaha besar.

Baca juga: Kemenkop apresiasi program bantu pelaku UMKM bertahan saat pandemi

Oleh karena itu, Angga menyarankan kepada pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan produk supaya memenuhi standar kualitas dari perusahaan besar.

Selain berkolaborasi dengan pelaku usaha besar, lanjut dia, UMKM diharapkan dapat mengikuti berbagai macam training dan rutin melakukan evaluasi agar dapat segera naik kelas.

"Potensi UMKM luar biasa, hanya tinggal bagaimana elaborasi ini untuk bisa naik kelas tadi. Jangan sampai omzetnya begitu-begitu saja tidak bertambah," katanya.

Baca juga: Pelaku UMKM berharap penyesuaian PPKM tingkatkan penghasilan

Baca juga: Menteri Teten: Generasi muda diharapkan jadi pencipta lapangan kerja

Pewarta : Sanya Dinda Susanti/Satyagraha
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2021