KLHK siapkan solusi permanen penanganan kebakaran hutan

KLHK siapkan solusi permanen penanganan kebakaran hutan

Masyarakat Peduli Api (MPA) mempersiapkan alat pompa portable sebelum pembasahan pada lahan gambut menggunakan air sumur bor di Desa Talio Hulu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Minggu (19/9/2021). ANTARA FOTO/Makna Zaezar/foc.

Jakarta (ANTARA) - Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) R. Basar Manullang mengatakan KLHK telah mengkategorikan tiga klaster utama solusi permanen penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

"Solusi permanen penanganan karhutla mengacu pada tiga klaster utama, yaitu klaster pertama berupa pengendalian operasional dalam sistem Satgas Patroli Terpadu di tingkat wilayah diperkuat dengan Masyarakat Peduli Api Paralegal," kata Basar ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta pada Selasa.

Dia menjelaskan bahwa klaster kedua berupa upaya penanggulangan karhutla berdasarkan analisis iklim dan rekayasa hari hujan melalui teknologi modifikasi cuaca (TMC) dan klaster ketiga adalah pembinaan tata kelola lanskap, khususnya dalam ketaatan pelaku atau konsesi, praktik pertanian, dan penanganan lahan gambut.

Baca juga: Panglima TNI sambut baik Aplikasi ASAP Digital tangani Karhutla

"Menjadi solusi permanen upaya pengendalian karhutla yang terus diperkuat oleh KLHK bekerjasama dengan para pihak terkait," jelasnya.

Luas karhutla di Indonesia sendiri mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir dengan menurut data sistem pengawasan kebakaran hutan SiPongi milik KLHK, sejauh ini pada 2021 terdapat 160.104 hektare lahan yang terbakar.

Data yang sama menunjukkan sepanjang 2020 terdapat 296.924 hektare lahan yang terbakar dan 1.649.258 hektare pada 2019.

Dia menegaskan bahwa karhutla pada 2015 telah menjadi pembelajaran yang berharga bagi Indonesia dan pemerintah telah mengubah paradigma penanganannya agar lebih mengedepankan upaya pencegahan.

Sinergi dilakukan antar lembaga bersama pemangku kepentingan swasta dan melibatkan partisipasi masyarakat dan disertai juga kehadiran petugas di lapangan untuk melakukan patroli pencegahan.

"Analisis iklim terus dilakukan sepanjang tahun, untuk menentukan langkah yang tepat dalam penanganan karhutla. Seperti hal nya dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan menentukan langkah dilakukannya operasi TMC untuk pembasahan areal gambut dan menekan potensi karhutla di daerah rawan," kata Basar.

Baca juga: ASAP Digital, upaya Polri percepat penanggulangan karhutla
Baca juga: Tiga hektare lahan gambut di perbatasan Aceh Jaya-Aceh Barat terbakar
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021