Dinkes Cianjur dirikan posko keramaian jelang libur akhir tahun

Dinkes Cianjur dirikan posko keramaian jelang libur akhir tahun

Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, dr Irvan Nur Fauzy. ANTARA/Ahmad Fikri

Cianjur (ANTARA) - Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, mendirikan posko pengawasan dan pemantauan di pusat-pusat keramaian termasuk di perbatasan selama penerapan PPKM level 3 menjelang libur natal dan tahun baru, sebagai upaya menekan mobilitas warga terutama dari luar kota.

Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy saat dihubungi Minggu, mengatakan posko yang akan didirikan termasuk di lokasi wisata yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun luar kota dengan menerapkan aplikasi PeduliLindungi.

"Mereka yang datang dari luar kota wajib scan barcode melalui aplikasi PeduliLindungi, menjelang libur natal dan tahun baru. Saat ini, sosialisasi digencarkan sebagai upaya menekan pergerakan orang atau warga selama penerapan level 3," katanya.

Ia menjelaskan bekerja sama dengan Forkopimda Cianjur, telah menggelar rapat bersama, untuk melakukan berbagai pembatasan dan antisipasi kerumunan banyak orang menjelang natal dan tahun baru, termasuk mendirikan posko yang akan dimulai tanggal 23 Desember.

Pemerintah pusat menerapkan kebijakan sesuai strategi yang diambil, sehingga pihaknya sebagai bagian dari rakyat Indonesia percaya pemerintah sudah memperhitungkan segalanya dengan matang dengan menerapkan PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia.

"Tentunya perencanaan yang akan diterapkan sudah matan, sebagai upaya menekan kembali melonjaknya kasus COVID-19 di berbagai daerah di Indonesia," katanya.

Sementara pengelola hotel dan tempat wisata di Cianjur, akan mematuhi semua larangan yang diterapkan selama PPKM level 3 di seluruh Indonesia, sebagai upaya menekan kasus COVID-19 kembali meningkat seiring tingginya mobilitas warga saat natal dan tahun baru.

"Kami akan mematuhi semua larangan, dengan harapan tidak ada penutupan tempat wisata atau hotel. Kami berharap ada keringanan dari pemerintah, terkait angka kunjungan yang tetap diperbolehkan, namun dibatasi," kata Ketua PHRI Cianjur, Nano Indra Praja.
Baca juga: Pemkab Gunung Kidul batasi kunjungan wisatawan saat libur akhir tahun
Baca juga: DPRD dorong vaksinasi di Kota Bogor capai 90 persen
Baca juga: Anies siapkan pergub pengendalian COVID-19 saat libur Natal-Tahun Baru
Pewarta : Ahmad Fikri
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021