Sinovac meneliti dampak Omicron terhadap vaksin inaktif COVID-19

Sinovac meneliti dampak Omicron terhadap vaksin inaktif COVID-19

Orang-orang memakai masker pelindung saat beraktivitas menyusul kasus COVID-19 di Shanghai, China, Selasa (30/11/2021). Hingga saat ini sedikitnya 16 negara yang melaporkan adanya kasus varian Omicron, di antaranya Afrika Selatan (77 kasus) serta Belanda dan Portugal yang melaporkan 13 kasus. ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song/rwa.

Beijing (ANTARA) - Produsen vaksin terkemuka di China, Sinovac Biotech akan melakukan penelitian untuk mengetahui dampak varian Omicron terhadap vaksin inaktif COVID-19.

“Kami juga akan mengevaluasi apakah perlu dikembangkan vaksin baru untuk menghadapi varian Omicron tersebut dalam waktu dekat,” demikian pernyataan Sinovac, di Beijing, China, Selasa.

Produsen vaksin yang berbasis di Beijing tersebut telah memantau perkembangan kasus varian Omicron.

“Kami secara aktif juga mengumpulkan informasi dan sampel varian Omicron melalui jaringan mitra kami di seluruh dunia,” demikian Sinovac.

Sebelumnya Sinovac telah mengembangkan vaksin inaktif COVID-19 untuk varian Gamma dan Delta.

“Jika diperlukan, kami akan segera melakukan pengembangan dan meluncurkan produksi vaksin baru dalam skala besar, agar bisa memenuhi kebutuhan vaksinasi baru,” demikian disampaikan Sinovac.
Baca juga: Satgas: Sero survei antibodi penentu urgensi perluasan booster
Baca juga: Kemenkes: Vaksinasi harus dipercepat menyusul munculnya varian Omicron

Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021