Jakarta (ANTARA New) - Gerakan Pemuda Ansor mengerahkan 30 ribu anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se- Jawa dan Lampung untuk mengamankan pembukaan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke- 85 di Lapangan Timur Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu.

Persiapan pasukan itu dengan melakukan apel pasukan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid.

Dalam sambutannya, Nusron Wahid mengatakan sejak kelahirannya pada tahun 1924, kekuatan inti dari gerakan Ansor telah menorehkan sejarah panjang.

Banser telah menunjukkan diri sebagai salah satu garda terdepan merebut kemerdekaan negara dari penjajah.

"Banser merupakan tenaga inti Gerakan Pemuda Ansor sekaligus kader penggerak, pengemban dan pengaman program-program sosial kemasyarakatan Gerakan pemuda Ansor," kata Nusron Wahid.

Ia menambahkan, Banser tak lain adalah Garda terdepan dan andalan dari NU. Karena itu sekali lagi kehadiran Banser dan Ansor tidak hanya dinantikan oleh NU tetapi kiprah nyata Banser juga ditunggu-tunggu seluruh komponen bangsa Indonesia.

"Pada hari ini kita jadikan momentum transformasi bangsa dalam rangka mengawal Pancasila dan UUD 1945 demi tegaknya NKRI. Namun transformasi harus dilengkapi kemampuan dan profesionalitas," ujarnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta Ani Yudhoyono dijadwalkan menghadiri hari jadi NU pada Minggu siang. Pejabat negara, menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, para duta besar negara sahabat, juga direncanakan akan menghadiri hajatan ormas Islam terbesar di Indonesia ini.

Ketua Panitia Peringatan Harlah NU ke-85, As`ad Said Ali mengatakan rapat akbar ini merupakan respon NU dalam menyikapi dinamika kehidupan keagamaan di tanah air yang akhir-akhir ini yang ditandai dengan berkembangnya gerakan radikal atas nama agama.
(*)

 

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011