Kemensos siagakan dapur umum untuk korban banjir Banyuwangi

Kemensos siagakan dapur umum untuk korban banjir Banyuwangi

Foto udara Sungai Badeng, kawasan hutan pinus Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (25/6/2018). Masyarakat dihimbau tetap waspada karena berdasarkan kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, bahwa Gunung Pandil di kompleks Gunung Raung Banyuwangi masih berpotensi longsor dan menyebabkan kembali banjir bandang khususnya yang dilewati jalur wilayah tangkapan air gunung tersebut di sekitar Sungai Badeng. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Banyuwangi (ANTARA News) - Kementerian Sosial telah menyiagakan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi korban banjir bandang di Desa Alasmalang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

"Layanan dapur umum akan terus dibuka hingga 6 Juli 2018 untuk memudahkan masyarakat dalam memenuhi kabutuhan makanan sehari-hari," kata Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat saat meninjau korban banjir bandang di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Senin.

Untuk memulihkan trauma yang dialami anak-anak akibat banjir bandang, lanjut dia, Kemensos juga telah menerjunkan tim psikososial yang bertugas memberikan penguatan mental dan memulihkan trauma anak-anak.

"Mereka telah kami terjunkan sejak awal setelah terjadinya banjir bandang dan kami juga langsung menerjunkan Taruna Siaga Bencana atau Tagana guna membantu evakuasi warga," tuturnya.

Kementerian Sosial juga menyerahkan bantuan logistik senilai lebih dari Rp1,15 miliar yang terdiri dari bantuan logistik sebesar Rp488.988.775 dan bantuan untuk kebersihan sebesar Rp663.432.000 bagi korban banjir bandang di Kabupaten Banyuwangi.

Sementara Camat Singojuruh Muhammad Lutfi mengatakan warga di Desa Alasmalang membersihkan tempat tinggalnya yang sempat terendam lumpur dan mereka masih membutuhkan sejumlah bantuan seperti makanan siap saji, obat-obatan, dan air bersih.

Baca juga: Banjir Banyuwangi akibatkan 415 rumah rusak

"Kebutuhan yang utama adalah makanan karena kompor warga terendam air, sehingga korban banjir bandang hingga kini masih belum bisa memasak untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Menurut dia, banjir bandang dari Gunung Raung tersebut merupakan pertama kali terjadi dan sangat cepat, sehingga masyarakat tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian bencana alam tersebut.

"Kami juga berterima kasih kepada TAGANA yang langsung terjun membantu masyarakat dan mendirikan dapur umum di Desa Alasmalang," tuturnya.

Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di sekitar bantaran Sungai Sadeng di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh pada Jumat (22/6) dan berdasarkan data BPBD Banyuwangi tercatat sebanyak 415 rumah terdampak banjir bandang yang menerjang empat dusun di Desa Alasmalang, bahkan 23 rumah di antaranya mengalami kerusakan yang cukup berat.

Baca juga: Kemensos salurkan Rp1,15 miliar penanganan banjir bandang Banyuwangi
Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018