Banyuwangi dorong pengembangan desa wisata gantikan pembangunan hotel

Banyuwangi dorong pengembangan desa wisata gantikan pembangunan hotel

Wisatawan asing tampil di Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) ke-8 di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (29/7/2018). Sebanyak 35 wisatawan asing dari 16 negara mengikuti BEC ke-8 bertema Puter Kayun yang digelar oleh Pemkab Banyuwangi. (ANTARA/Seno)

Surabaya (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, setelah terbilang sukses membangun sejumlah tempat pariwisata di wilayah setempat, mendorong pengembangan desa-desa wisata dengan mendirikan home stay yang dinilai dapat menggantikan pembangunan hotel.

Staf Ahli Bupati Banyuwangi Bidang Ekonomi dan Keuangan Peni Handayani kepada wartawan di Surabaya, Jumat malam, menyatakan, jika pengembangan desa wisata itu berhasil, masyarakat setempat bisa mendongkrak perekonomiannya, di antaranya dengan memanfaatkan rumah-rumahnya menjadi home stay.

Dia memastikan Pemkab Banyuwangi tidak memberi izin bagi pembangunan hotel jika pengembangan desa-desa wisata ini terwujud. "Hotel kelas melati pun tidak kami izinkan," ujarnya, menegaskan.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah mendorong untuk pengembangan desa-desa wisata yang dikelola oleh masyarakat sendiri.

Untuk itu, dia menjelaskan, pihaknya telah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Mpok Darwis) di seluruh wilayah Kabupaten Banyuwangi.

"Melalui Mpok Darwis inilah kami dorong masyarakat bisa mandiri membangun desanya agar kelak dapat menjadi tujuan wisata," katanya.

Mpok Darwis yang telah terbentuk di tiap desa itu, lanjut dia, pembinaannya dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Banyuwangi.
 
Pewarta : Slamet Agus Sudarmojo
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2018