Talut di Banjarnegara longsor timpa bangunan sekolah

Talut di Banjarnegara longsor timpa bangunan sekolah

Warga melintasi jalan yang sebagian runtuh menuju lokasi longsor di Desa Gumelem Kulon, Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (19/6/2016). Tim SAR gabungan bersama relawan terpaksa berjalan kaki sejauh delapan kilometer akibat longsor menggenangi akses jalan dengan lumpur dan air hingga medan jalan sulit untuk dilalui. (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/foc/)

 Banjarnegara (ANTARA News) - Talut pengaman tebing di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah longsor dan menimpa bangunan Sekolah Dasar Negeri 03 Gumelem Kulon.

"Berdasarkan laporan yang kami terima peristiwa itu terjadi Selasa dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi," kata  Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara Arief Rahman di Banjarnegara, Selasa.

Oleh karena kondisi tanah yang labil, kata dia, talut sepanjang 15 meter dengan tinggi 7 meter itu longsor hingga akhirnya menimpa satu unit bangunan yang difungsikan sebagai perpustakaan SDN 03 Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan.

Menurut dia, kejadian tersebut mengakibatkan bangunan perpustakaan sekolah itu mengalami kerusakan pada dinding dan atapnya ambruk.

Selain merusak bangunan perpustakaan, kata dia, kejadian tersebut juga mengancam satu unit bangunan ruang kelas yang berada di atas tebing.

"Oleh karena itu, kegiatan belajar mengajar di SDN 03 Gumelem Kulon menjadi terganggu sehingga dipindahkan ke ruang kelas yang masih dalam kategori aman dengan pertimbangan siswa sedang melaksanakan ujian akhir semester," katanya.

Terkait dengan kejadian tersebut, Arief mengatakan pihak sekolah telah berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun kecamatan untuk mengamankan dan membongkar bangunan yang rusak.

Dalam hal ini, kata dia, guru SDN 03 Gumelem Kulon bersama personel BPBD Banjarnegara, TNI/Polri, Radio Antar-Penduduk Indonesia, Taruna Siaga Bencana, Banser, Pemerintah Desa Gumelem Kulon, dan warga sekitar menggelar kerja bakti untuk membongkar bangunan yang tertimpa longsoran.

Menurut dia, sekarang sedang diupayakan bantuan berupa karung dan terpal untuk membuat talut darurat guna mengantisipasi longsor susulan.

"Kami mengimbau seluruh warga yang bermukim di daerah rawan longsor untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana tersebut karena berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG, hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi selama bulan Desember," katanya.

Sebelumnya, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan berdasarkan data yang dikeluarkan Stasiun Klimatologi BMKG Semarang, curah hujan di wilayah Cilacap dan Banyumas secara umum berkisar 301-400 milimeter dan masuk kategori tinggi.

"Akan tetapi sebagian wilayah barat Cilacap masuk kategori menengah atau berkisar 201-300 milimeter, sedangkan sebagian kecil wilayah selatan Cilacap diprakirakan berkisar 401-500 milimeter atau masuk kategori tinggi," katanya.

Sementara di wilayah pegunungan tengah Jateng seperti Purbalingga bagian utara dan sebagian Banjarnegara, kata dia, curah hujan pada bulan Desember diprakirakan lebih dari 500 milimeter sehingga masuk kategori sangat tinggi.

Baca juga: Kendaraan jalur Banjarnegara-Kebumen terganggu longsor
Baca juga: Tebing longsor tutup akses jalan di Banjarnegara
 
Pewarta : Sumarwoto
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018