Warga Sidamukti butuh bantuan logistik

Warga Sidamukti butuh bantuan logistik

Arsip foto - Warga melintas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang rusak akibat tsunami Selat Sunda di Kampung Nelayan, Labuan, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) melaporkan hingga Selasa (25/12) pagi jumlah korban meninggal dunia akibat tsunami Selat Sunda mencapai 481 orang, 1.216 orang luka, dan 67 orang lainya dinyatakan masih hilang. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/aww. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS)

Pandeglang (ANTARA News) - Warga Sidakmuti, Kecamatan Sukaresmi yang juga merupakan daerah terdampak tsunami, saat ini masih berada di pengungsian dan membutuhkan bantuan logistik.

"Selama ini kondisi kami kurang terekspos. Tolong sampaikan, kami butuh kiriman logistik," kata Encep Waas, salah seorang warga Sidakmukti ketika dikonfirmasi, Selasa.

Ia juga mengharapkan agar pemerintah segera melakukan normalisasi wilayah permukiman warga, sehingga bisa kembali dan melaksanakan aktivitasnya sebagai nelayan

"Daerah kami berada di pinggir pantai, juga terkena tsunami, namun tidak terekspos. Banyak rumah warga porak poranda dan perahu nelayan hancur ," jelas Encep yang rumahnya juga hancur akibat diterjang tsunami itu.

Menurutnya, pada saat tsunami menghantam rumah warga, yang sebagian besar nelayan di sepanjang pesisir pantai Pandeglang wilayah Selatan, mulai dari Carita, Labuan, Sukaresmi dan Panimbang hingga Sumur itu, warga berhamburan menyelamatkan diri ke dataran tinggi di wilayah Angsana.

Pemerintah fokus menyalurkan bantuan ke tempat pengungsian di Angsana dan sekitarnya, padahal di Sidamukti juga ada pengungsi

"Sepertinya daerah kami terlewatkan. Kini kami pun membutuhkan bantuan logistik karena masih banyak warga yang berada di pengungsian karena rumahnya porak poranda oleh tsunami. Kami juga ingin hidup kembali normal seperti biasa terutama kembali melaut, " ujarnya.
Baca juga: Enam desa di Kecamatan Sumur masih terisolasi
Baca juga: Evakuasi korban tsunami di wilayah terisolasi dimaksimalkan

 
Pewarta : Sambas
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018