Menkumham: jangan sampai terkoyak karena pilihan politik berbeda

Menkumham: jangan sampai terkoyak karena pilihan politik berbeda

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly saat memberikan sambutan dalam acara "Refleksi Akhir Tahun 2018" di gedung Kemenkumham, Jakarta, Kamis (27/12/2018). (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly mengingatkan bangsa Indonesia jangan sampai terkoyak-koyak karena pilihan politik yang berbeda.

"Pada pemilihan umum legislatif dan presiden yang akan datang kedewasaan ini sangat kita harapkan dari seluruh jajaran masyarakat, janganlah pilihan politik menjadi bangsa ini tercabik-cabik, terkoyak-koyak dan meninggalkan luka yang dalam," kata Yasonna.

Hal tersebut dikatakannya saat memberikan sambutan dalam "Refleksi Akhir Tahun 2018" Kinerja Kementerian Hukum dan HAM di gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, Yasonna menyatakan bahwa pada Pilkada Serentak yang lalu, bangsa Indonesia telah menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.

"Kita juga sudah melaksanakan pemilihan kepala daerah secara serentak dalam tiga gelombang dan kedewasaan kita dalam berdemokrasi semakin matang. Dalam pemilihan kepala daerah serentak kendati ada persoalan-persoalan, gejolak-gejolak tetapi kita dapat melampuinya dengan baik," tuturnya.

Ia pun mencontohkan bahwa dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2016 sampai sekarang masih menimbulkan luka yang dalam.

"Antara pendukung Trump dan yang tidak memilih Trump sampai sekarang menimbulkan soal-soal yang terasa di masyarakat. Saya sering berkomunikasi dengan beberapa teman-teman di sana, dosen-dosen saya menanyakan impact-nya mereka juga mengatakan terrible," ucap Yasonna.

Ia pun menyatakan bahwa hendaknya sebagai bangsa yang besar dan heterogen, masyarakat Indonesia tidak terkoyak-koyak karena pilihan politik.

"Mari kita laksanakan pemilihan umum denga suka cita dengan kegembiraan melihat dengan jelas bahwa bangsa ini adalah bangsa yang sangat besar sangat heterogen," ujar Yasonna.
Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor: Sigit Pinardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018