Tagana diminta dampingi korban selamat longsor Cisolok

Tagana diminta dampingi korban selamat longsor Cisolok

Petugas gabungan berusaha mencari korban yang belum ditemukan setelah tanah longsor di Desa Sirnaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (03/01/2019). Pada hari ke-4 pencarian, tim SAR gabungan mencatat jumlah korban meninggal dunia sebanyak 13 orang dan 20 orang belum ditemukan. (ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan/aww.)

Sukabumi (ANTARA News) - Kementeri Sosial (Kemensos) RI menginstruksikan kepada seluruh Taruna Tanggap Bencana (Tagana) untuk mendampingi korban yang selamat dari peristiwa tanah longsor di Kampung Garehong, Dusus Cimapag, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Tagana juga melakukan pendampingan bagi keluarga korban agar tidak mengalami kesedihan dan trauma yang berkepanjangan pascabencana yang meluluh lantahkan," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, Harry Hikmat di Sukabumi, Kamis.

Menurutnya, sejumlah upaya telah dilakukan seperti berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Tagana Provinsi Jawa Barat serta Kabupaten Sukabumi tentang aktivitas penanganan warga terdampak.

Kemudian menerjunkan Tagana Kabupaten Sukabumi sebanyak 15 orang dan tiga unit motor dapur umum lapangan, melakukan pendataan korban meninggal sekaligus melakukan verifikasi dan validasi ahli waris.

Tagana Kabupaten Sukabumi pun sudah mendirikan dapur umum untuk pemenuhan kebutuhan dasar korban yang selamat dan tim SAR gabungan. Sehingga kebutuhan, baik korban maupun tim SAR yang melakukan operasi kemanusiaan tetap terpenuhi.

"Bantuan pemerintah juga sudah disalurkan kepada warga terdampak bencana longsor berupa paket perlengkapan pribadi untuk laki-laki dan perempuan, perlengkapan alat mandi, bantuan makanan, sembako dan selimut. Total bantuan logistik tahap pertama adalah Rp47.564.400 dan ditambah santunan sebesar Rp195 juta sehingga totalnya Rp242.564.400," katanya.

Harry telah mengintruksikan kepada Pendamping PKH untuk mendata korban selamat yang merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Biasanya yang sering terjadi ketika ada bencana, penerima manfaat kehilangan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) karena rumah mereka tertimbun longsor.

Sedang dilakukan pendataan warga sebagai PKH dan mudah-mudahan bantuan sosial untuk mereka bisa cepat dicairkan.*

Baca juga: Tim gabungan evakuasi korban longsor diapresiasi

Baca juga: 29 KK korban longsor segera direlokasi


 
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019