30 ribu warga menjadi target sosialisasi-simulasi penanganan bencana alam di Agam-Sumbar

30 ribu warga menjadi target sosialisasi-simulasi penanganan bencana alam di Agam-Sumbar

Mobil Amfibi Hagglund PMI Evakuasi Korban Longsor Agam-Mobil amfibi (Haglunds) Palang Merah Indonesia (PMI) membantu evakuasi korban longsor di Jorong Data Kampung Dadok Nagari Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (31/1). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat sudah berhasil mengevakuasi korban longsor Jorong Data Kampung Dedok Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjuang Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat sebanyak 17 orang.(FOTO ANTARA/Dokumentasi JK)

Lubukbasung, Sumbar (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), bakal memberikan sosialisasi dan simulasi penanganan korban bencana alam kepada 30.000 warga.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Agam, Yunaidi, di Lubukbasung, Minggu, mengatakan, sasaran sosialisasi itu mulai dari pelajar, guru, karyawan perusahaan, aparatur sipil negara(ASN), komunitas dan masyarakat di 16 kecamatan di daerah itu.

Sosialisasi dan simulasi ini melibatkan Kelompok Siaga Bencana (KSB) dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Sosialisasi dan simulasi ini telah diadakan di SDN 23 Parik Rantang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubukbasung dengan jumlah peserta 147 orang pada Rabu (30/1).

Saat kegiatan itu, semua siswa dibekali tentang langkah yang dihadapi saat bencana gempa bumi melanda daerah itu dengan cara melindungi kepala mereka dengan tas, berlindung di bawah meja dan menyelamatkan diri ke daerah lebih aman.

"Dengan cara ini maka dapat mengurangi korban jiwa, karena mereka telah memahami langkah yang akan dihadapi," katanya.

Ia menyatakan, sosialisasi dan simulasi itu digelar untuk membekali masyarakat terhadap kesiapsiagaan diri saat bencana alam melanda daerah itu mengingat Agam merupakan daerah rawan bencana alam seperti longsor, gempa bumi, tsunami dan lainnya karena memiliki laut, gunung api aktif dan dataran tinggi.

"Bencana itu berpotensi melanda Agam. Untuk itu kesiapsiagaan ini sangat perlu sekali, karena saat bencana kesiapsiagaan diri sendiri mencapai 34,9 persen, kesiapsiagaan keluarga 31,9 persen dan lainnya," kata Yunaidi.

Sosialisasi dan simulasi itu juga dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) pada 26 April 2019.

Sedangkan Sekretaris DPD Pembela Kesatuan Tanah Air (Pekat) Indonesia Bersatu Agam, Yanto, memberikan apresiasi kepada BPBD yang telah membekali masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

Namun, kegiatan itu hendaknya rutin digelar setiap bulan dengan peserta lebih banyak, karena Agam merupakan "supermarket" bencana di Sumbar.

"Kami siap memberikan bantuan tenaga dalam menyukseskan sosialisasi dan simulasi tersebut," katanya.

Baca juga: BPBD Sumbar akan gelar simulasi evakuasi Marapi
Pewarta : Altas Maulana
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019