Pasar Kilometer di kawasan Tanjung Perak Surabaya terbakar

Pasar Kilometer di kawasan Tanjung Perak Surabaya terbakar

Petugas melakukan proses pembasahan pada sejumlah kios yang terbakar di Pasar Kilometer Jalan Teluk Nibung, Surabaya, Jawa Timur, Senin (11/2/2019). Sekitar 11 unit kendaraan pemadam kebakaran dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III serta Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar sekitar 28 kios di pasar itu. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/ama.

Oleh Slamet Agus Sudarmojo dan Hanif Nashrullah

Surabaya, (ANTARA News) - Pasar Kilometer di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, terbakar pada sekitar pukul 15.45 WIB, Senin sore, kata perwira kepolisian setempat.

Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Pabean Cantikan Surabaya Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mellysa Amalia saat dikonfirmasi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

"Kami kerahkan petugas pemadam kebakaran dari PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo III dan Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota Surabaya," katanya.

Seluruhnya terdapat 11 unit mobil pemadam kebakaran yang terlihat di tempat kejadian perkara, terdiri atas enam unit mobil pemadam kebakaran milik PT Pelindo III dan lima unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota Surabaya.

Petugas terlihat telah berhasil memadamkan api sejak pukul 17.00 WIB dan hingga petang ini masih dilakukan pembasahan.

Polsek Pabean Cantikan Surabaya mendata terdapat 28 lapak atau kios milik para pedagang yang ludes dilalap api.

"Total kerugian materi masih sedang kami data," ucap AKP Mellysa.

Dia menandaskan penyelidikan penyebab kebakaran selanjutnya ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

"Penyelidikan penyebab kebakaran akan segera dilakukan oleh petugas Satreskrim Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya," katanya.

Baca juga: Ruko di kompleks Pasar Atom Surabaya terbakar

Baca juga: Pasar Loak Surabaya Terbakar Hebat
Pewarta : Slamet Agus Sudarmojo dan Hanif Nashrullah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019