Jenasah paramedis korban perahu terbalik dievakuasi ke Serui

Jenasah paramedis korban perahu terbalik dievakuasi ke Serui

Ilustrasi - Seorang ibu sedang dites tekanan darah dan cek kesehatan oleh tenaga medis dari Puskesmas Hedam, pada pelaksanaan pengobatan keliling kampung gratis, di Perumahan Organda, Padang Bulan, Distrik Heram, Jayapura, Papua, Selasa (10/12). (ANTARA FOTO/Anang Budiono)

Jayapura (ANTARA News) - Jenasah dua paramedis yang bertugas di Puskesmas Waindu, Distrik Raimbawi, korban perahu terbalik, Rabu, sekitar pukul 12.00 WIT dievakuasi dari kampung Aisau ke Serui.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen, dr. Alosius Asok kepada Antara mengakui, tim SAR gabungan dari Polair Polres Yapen sekitar pukul 12.00 wit mengevakuasi kedua jenasah yang menjadi korban perahu terbalik, di perairan Aisau, Distrik Raimbawi.

Jenasah dr Lutfi Thamrin dan Riko Letrik Wutoi yang merupakan petugas gizi dari Puskesmas Waindu, Distrik Raimbawi, kini berada di RSUD Serui.

Rencananya, Kamis (27/2) jenasah dr. Lutfi akan dievakuasi ke Surabaya melalui Biak untuk dimakamkan di kampung halamannya, kata Asok, seraya menambahkan, jenasah Riko Wutoi akan dimakamkan di Serui.

Sedangkan kondisi ke delapan paramedis yang turut menjadi korban terbaliknya perahu yang mereka tumpangi itu semuanya stabil, lima orang diantaranya masih berada di Aisau, karena akan langsung dibawa ke Raimbawi, dan dua orang lainnya turut mendampingi jenasah korban.

Insiden itu berawal saat 10 petugas melakukan pemeriksaan kesehatan ke kampung-kampung di wilayah Puskesmas Waindu dan satu motoris.

Awalnya rombongan yang menggunakan perahu motor dengan motoris Egron mengunjungi kampung Sawendui dan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat, kata Osok seraya menambahkan, kemudian melanjutkan perjalanan ke kampung Aisau.

Setelah melakukan pemeriksaan kepada warga, sekitar pukul 14.00 WIT rombongan melanjutkan perjalanan kembali ke Raimbawi namun diterjang ombak hingga perahu terbalik.

Adapun delapan nama petugas kesehatan yang selamat yakni Israwati (bidan), Nurul cholifah (bidan), Nelma Katrin Wayangkau (perawat), Abraham Kayai (perawat), Aco Jaya (perawat), Usman Azis Sani Tarian, Ny. Abraham (perawat) dan Lewi (staf dinas kesehatan).*

Baca juga: Para guru SMKN Serui Papua mogok mengajar

Baca juga: Guru SMK di Serui-Papua belum terima tunjangan Januari-Desember 2018


 
Pewarta : Evarukdijati
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019