BPJS Ketenagakerjaan salurkan bantuan korban banjir di Madiun-Jatim

BPJS Ketenagakerjaan salurkan bantuan korban banjir di Madiun-Jatim

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Timur Dodo Suharto (tengah kemeja hitam) bersama jajaran saat memberikan bantuan korban banjir kepada Kepala Desa Glonggong Suwito, di Dusun Melaten, Desa Glonggong,  Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Rabu (20/3). (FOTO ANTARA/Istimewa)

Madiun (ANTARA) - BPJS Ketenagakerjaan menyalurkan bantuan senilai Rp14.625.000 bagi warga yang menjadi korban bencana alam banjir di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Bantuan bagi korban bencana alam banjir tersebut diserahkan oleh Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Timur, Dodo Suharto kepada Kepala Desa Glonggong Suwito.

"Tujuan bantuan ini adalah sebagai tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) BPJS Ketenagakerjaan terhadap para korban banjir. Dengan bantuan ini, kami berharap para korban bisa segera pulih dari kondisi yang ada," kata Dodo Suharto saat penyerahan bantuan di Dusun Melaten, Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Rabu (20/3).

Sebagai badan hukum publik yang bertanggung jawab terhadap kepastian jaminan sosial tenaga kerja, BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki komitmen tinggi untuk melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Adapun, bantuan tersebut berasal dari BPJS Ketenagakerjaan kantor pusat yang peduli akan tanggung jawab sosial lingkungan melalui BPJS Ketenagakerjaan Kacab Madiun di wilayah Jawa Timur. Pihaknya berharap, bantuan tersebut dapat bermanfaat..

"Harapannya dengan bantuan yang diberikan dapat meringankan para korban bencana dan bermanfaat untuk mereka dan keluarga," katanya.

Sementara, bantuan senilai Rp14.625.000 juta tersebut diwujudkan dalam bentuk peralatan sekolah, peralatan beribadah, peralatan mandi, dan sembako kebutuhan rumah tangga. Bantuan-bantuan tersebut berdasarkan survei yang dilakukan, sangat dibutuhkan warga saat pascabanjir.

Banjir besar melanda wilayah Kabupaten Madiun pada Rabu (6/3) hingga beberapa hari lamanya. Kerugian akibat banjir tersebut mencapai sebesar Rp54.093.855.000.

Kerugian tesebut meliputi kerusakan permukiman mencapai Rp38.610.000.000, kerugian pertanian Rp8.093.295.000, kerugian peternakan sebesar Rp416.560.000, dan kerugian infrastruktur Rp6.974.000.000.

Jumlah kerugian tersebut meliputi kerusakan banjir yang menerjang sebanyak 57 desa di 12 Kecamatan terdampak. Sebanyak 5.707 KK dan 497 hektare lahan pertanian terdampak banjir. Sedangkan, ternak mati terdiri 10 ekor sapi, 69 ekor kambing, dan 4.058 ekor unggas.

Musibah banjir juga menyebabkan 5.024 permukiman rusak ringan, dan 62 permukiman rusak berat. Sejumlah kecamatan yang terdampak, antara lain Kecamatan Madiun, Saradan, Balerejo, Pilangkenceng, Sawahan, Mejayan, Wungu, Wonoasri, Gemarang, Kebonsari, Kare, dan Dagangan. 

Baca juga: Kerugian banjir di Kabupaten Madiun Rp54 miliar

Baca juga: Bupati Madiun berlakukan status pemulihan bencana banjir
Pewarta : Louis Rika Stevani
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019