Warga korban pergerakan tanah nyaman di pengungsian

Warga korban pergerakan tanah nyaman di pengungsian

Sejumlah warga yang rumahnya roboh mengungsi di tenda BNPB di Kampung Jompang Cikoneng, Cimarga, Lebak, Banten, Kamis (9/5/2019) malam. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/aa

Lebak (ANTARA) - Masyarakat korban pergerakan tanah di Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak merasa nyaman tinggal di lokasi pengungsian guna menghindari bencana longsor sehubungan curah hujan di daerah itu cenderung meningkat.

"Semua warga pada malam hari ini lebih memilih tinggal di pengungsian tenda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," kata Ketua RT 01/02 Kampung Jampang Cikuning, Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Ubay saat dihubungi di Lebak, Sabtu.

Masyarakat yang tinggal di lokasi pengungsian hingga puluhan jiwa karena kondisi rumahnya roboh hingga rata dengan tanah akibat pergerakan tanah.
Selain itu juga terdapat rumah yang mengalami kerusakan ringan dan berat.

Saat ini, jumlah rumah yang mengalami kerusakan tercatat 115 unit dan 36 unit roboh.

Untuk menghindari korban jiwa, BPBD Lebak mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum. Warga tinggal di pengungsian dan mendapat makanan secara gratis. Selain itu juga masyarakat yang tinggal di pengungsian melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

"Kami merasa bersyukur tinggal di lokasi pengungsian sambil menunggu kepastian ke depan yang akan direlokasi oleh pemerintah daerah," ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Kaprawi mengatakan saat ini masyarakat korban pergerakan tanah dalam kondisi nyaman dan sehat tinggal di pengungsian.

Mereka tinggal di tenda pengungsian merupakan komitmen BPBD untuk mengurangi risiko kebencanaan. Sebab, pendirian lokasi pengungsian relatif aman untuk perlindungan jika terjadi bencana longsor.

"Kami mengutamakan kepentingan logistik sehari-hari agar warga pengungsian yang tinggal di tenda tidak mengalami kerawanan pangan," katanya.
Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019