ACT hadirkan Raihan gelar malam peduli Yaman di Banda Aceh

ACT hadirkan Raihan gelar malam peduli Yaman di Banda Aceh

ACT Aceh menghadirkan grup nasyid asal Malaysia, Raihan saat menggelar malam peduli Yaman di Banda Aceh, Jumat (5/7/2019). (Foto: ACT Aceh)

Banda Aceh (ANTARA) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh menghadirkan grup nasyid asal Malaysia, Raihan dalam rangka menggelar malam peduli Yaman menyusul krisis kelaparan sejak konflik 2014 di Bin Hamid Café & Bistro, Lampineung, Banda Aceh, Jumat (5/7) malam.

"Acara malam amal peduli Yaman bertemakan Bahagiakan Yaman di Idul Adha, Yuk, Pastikan Saudara Kita Bersantap Qurban' kita gelar pukul 20.30 hingga 22.00 WIB," ucap Kepala Cabang ACT Aceh, Husaini Ismail, di Banda Aceh, Kamis.

Ia menyebut, kegiatan ini turut didukung oleh Bin Hamid Café dan Musafir Tour & Travel, dan 58 wisatawan mancanegara yang sedang liburan ke Aceh.

Mengambil momen menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, ACT Aceh mengajak masyarakat baik yang tinggal di Banda Aceh, Aceh Besar dan sekitarnya agar berpartisipasi mendukung pembebasan Yaman dari kelaparan.

Seperti diketahui, akibat konflik di Yaman  penduduk negara itu menjadi kesulitan dalam mengakses makanan. Tak sedikit dari kalangan anak-anak menderita malnutrisi. ACT telah mengimplementasikan program kemanusiaan berupa pengiriman bantuan pangan  dan obat-obatan.

"Di sela-sela kunjungan rombongan Raihan bersama wisatawan, kita mengajak mereka mengisi acara sosialisasi peduli kemanusiaan untuk Yaman," katanya.

Ia menginginkan, Hari Raya Idul Adha tahun ini penduduk di Yaman bisa menyantap daging qurban, walau didera kemiskinan dan kelaparan panjang selama lima tahun terakhir.

"Mari sama-sama kita hadir guna berpartisipasi mendukung penyelesaian krisis kelaparan Yaman," tutur Husaini.

Mujiburrizal, sahabat Grup Raihan di Aceh menuturkan, kehadiran grup nasyid asal Malaysia tersebut bersama rombongan wisatawan mancanegara khusus untuk berwisata.

Ia mengatakan, apalagi Aceh dikenal sebagai daerah bersyariat Islam dewasa ini sedang menggenjot wisata islami. "Hal inilah yang memikat wisatawan Malaysia mengunjungi Aceh. Di samping karena keindahan alam, dan situs sejarah di 'bumi serambi Mekkah' ini," ucapnya.

"Secara emosional Raihan merasa sangat dekat dengan Aceh. Karena itu, ketika ACT mengajak Raihan tampil di acara ACT Aceh, mereka bersedia hadir untuk mengisi acara," terang Mujiburrizal.

Baca juga: WHO: 80 persen rakyat Yaman butuh bantuan kemanusiaan
Baca juga: Yaman kembali terancam wabah kolera

 
Pewarta : Muhammad Said
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019