Panasonic relokasi AC 2PK dan 2,5PK dari Malaysia ke Indonesia

Panasonic relokasi AC 2PK dan 2,5PK dari Malaysia ke Indonesia

Menperin Airlangga Hartarto (kiri) dan Preskom PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) Rachmat Gobel (kanan) saat mengunjungi produksi AC 2PK dan 2,5 PK di pabrik PMI, Jakarta, Selasa. (ANTARA/Risbiani Fardaniah)

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan elektronik Jepang, Panasonic, merelokasi produksi pengatur suhu dalam ruang (AC) berkapasitas besar 2PK dan 2,5 PK ke pabrik PT Panasonic Manufacturing Indonesia yang di Jalan Raya Bogor, Jakarta.

Presiden Komisaris PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) Rachmat Gobel mengatakan relokasi pabrik AC dari Malaysia ke Indonesia ini membuktikan Indonesia tidak sekedar pasar yang besar, tapi juga basis produksi elektronik yang penting bagi Panasonic.

"Akhir tahun kami akan ekspor AC ke Nigeria," kata Rachmat Gobel pada peluncuran produksi perdana AC hasil relokasi pabrik di Malaysia, yang sekaligus bertepatan dengan produksi ke-5 juta AC dari PT Panasonic Manufacturing Indonesia di Jakarta, Selasa.

Pada acara yang juga dihadiri Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto itu, ia mengatakan pencapaian tersebut tidak lepas dari ketrampilan sumber daya manusia yang ada di pabrik PT Panasonic Manufacturing Indonesia, sehingga dipercaya untuk produksi AC ukuran besar.

"Dengan relokasi ini, diperkirakan bisa mengurangi impor produk AC senilai Rp300 miliar," ujar Mantan Menteri Perdagangan itu.
Preskom PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) Rachmat Gobel menyampaikan sambutan pada produksi perdana AC 2PK dan 2,5 PK dan perayaam produksi ke-5 juta unit AC di pabrik PMI, Jakarta, Selasa. (ANTARA/Risbiani Fardaniah)


Pada kesempatan itu Rachmat Gobel juga mengungkapkan bahwa pabrik tersebut tidak hanya memproduksi barang elektronik Panasonic tetapi juga telah menjadi produsen untuk OEM (Original Equipment Manufacturing) untuk sejumlah merek di antaranta Sanken, I Cool, dan Chimei (Taiwan).

Sementara itu Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyambut positif relokasi pabrik AC kapasitas besar dari Panasonic di Malaysia ke Indonesia dan mengharapkan ada peningkatan ekspor.

"Ada lima prioritas pengembangan Industri 4.0 yaitu sektor otomotif, elektronik, kimia, makanan dan minuman, serta tekstil, Kelima ini memiliki daya ungkit ekspor yang besar," katanya.

Diakuinya, saat ini impor elektronik masih besar karena meskipun Indonesia kuat dalam produksi elektronik rumah tangga (home appliances) namun tapi masih impor untuk smartphone dan device untuk Internet of Things (IoT).

"Target kami untuk industri elektronik adalah memperkuat subtitusi impor dan meningkatkan ekspor," ujar Airlangga yang pada kesempatan tersebut juga berharap Matsushita Electrics atau Panasonic Corp meningkatkan investasinya di Indonesia karena pemerintah telah menyiapkan insentif pajak, tax allowance.

Baca juga: Panasonic akan rilis Lumix S1H yang dirancang untuk produksi film

Baca juga: Pertumbuhan lambat, RI posisi ke-3 pada bisnis Panasonic di ASEAN

Pewarta : Risbiani Fardaniah
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019