Menteri PPN minta Unej fokus kembangkan pertanian-perkebunan

Menteri PPN minta Unej fokus kembangkan pertanian-perkebunan

(PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro (kiri) bersama Rektor Unej Moh Hasan (tengah) dan pakar bioteknologi Prof Bambang Sugiharto berfoto bersama di rangkaian kegiatan Unej for SDGs even di halaman Kantor Rektorat Unej, Rabu (31/7/2019) petang. (Zumrotun Solichah)

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro meminta Universitas Jember (Unej) untuk fokus mengembangkan bidang pertanian dan perkebunan.

"Hingga kini sektor pertanian memberikan kontribusi terbesar bagi pemasukan negara, jumlah sumber daya manusia yang terlibat juga lebih banyak daripada sektor industri," katanya saat mengunjungi Kampus Unej, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu.

Permintaan Menteri PPN/Bappenas tersebut didasari pada potensi daerah Jember dan sekitarnya yang sejak lama dikenal memiliki keunggulan di bidang pertanian dan perkebunan.

Menurut Bambang, aapabila Kampus Tegalboto Unej mampu memberikan kontribusi nyata melalui penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang pertanian bagi masyarakat Jember dan Jawa Timur, maka pada hakikatnya tujuan pendirian PTN tercapai karena kampus didirikan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di mana PTN berada.

"Jika Unej mampu memberikan kontribusi nyata bagi sektor pertanian, maka Unej benar-benar telah memberikan manfaat bagi bangsa dan negara," tuturnya.

Kementerian PPN/Bappenas setuju menyalurkan dana kurang lebih Rp500 miliar untuk Unej dari Islamic Development Bank (IsDB) untuk mendukung kampus tersebut fokus pada pertanian, khususnya sebagai perguruan tinggi yang unggul di bidang bioteknologi pertanian, perkebunan dan kesehatan.

Bantuan itu guna membangun sarana dan prasarana berupa laboratorium bioteknologi, pusat pelatihan serta auditorium yang diharapkan mampu mendongkrak kualitas dan kuantitas inovasi di Kampus Tegalboto Unej.

 Pada kesempatan itu, Bambang Brodjonegoro melihat dari dekat pembangunan fasilitas-fasilitas itu sekaligus meresmikan gedung integrated laboratory for plant and natural medicine dan gedung integrated laboratory for health science.

"Saya berharap agar laboratorium yang ada dirawat dengan baik, agar usia pemakaiannya panjang sehingga manfaatnya maksimal," katanya.

Ia menjelaskan semua fasilitas laboratorium dan sarana pendukungnya tidak hanya untuk kepentingan civitas akademika Unej, tapi boleh digunakan oleh pihak lain dalam rangka memajukan pertanian dan perkebunan di Jember dan sekitarnya.

Sementara Rektor Universitas Jember Moh Hasan menyampaikan terima kasih atas dukungan Kementerian PPN/Bappenas melalui berbagai program untuk kemajuan kampus yang dipimpinnya selama dua periode tersebut.

Selain melihat perkembangan program 4 in 1 dukungan IsDB, dan program Mitigasi Bencana Berbasis Lahan, Bambang Brodjonegoro juga mengunjungi stand yang memajang hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang sudah dicapai oleh Universitas Jember melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) dengan panduan langsung Ketua LP2M dari Prof Achmad Subagyo.

Di akhir kunjungannya di Kampus Tegalboto, Menteri PPN/Bappenas menyempatkan diri menanam pohon Baobab Afrika di lokasi Agro Techno Park Universitas Jember. Pohon Baobab Afrika yang dikenal sebagai pohon kehidupan itu dipilih karena memiliki banyak manfaat, mampu menyimpan air dan umurnya panjang.

Baca juga: Unej kenalkan diversifikasi tembakau kepada belasan mahasiswa asing
Baca juga: Kemah budaya internasional Unej diikuti peserta 11 negara
Baca juga: Unej hadirkan pakar hadapi kekurangan pangan melalui bioteknologi
Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019