Pemkab Madiun alokasikan Rp2 miliar dana kekeringan

Pemkab Madiun alokasikan Rp2 miliar dana kekeringan

Ilustrasi - Sejumlah wilayah di Kabuaten Ngawi yang alami krisis air bersih saat musim kemarau. (Istimewa)

Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur mengalokasikan dana sebesar Rp2 miliar untuk menanggulangi bencana kekeringan yang terjadi di wilayah setempat pada tahun 2019.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun Supriyanto mengatakan anggaran tersebut merupakan dana tidak terduga yang bersumber dari APBD setempat.

"Prinsip kami siap. Untuk bencana kekeringan ini sudah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk menanganinya," ujar Supriyanto kepada wartawan di Madiun, Senin.

Menurut dia, berdasarkan informasi dari BMKG Juanda Surabaya, kemarau tahun ini jauh lebih ekstrem. Hal itu membuat pihaknya melakukan sejumlah persiapan untuk menghadapinya.

"Musim kemarau tahun ini melanda lebih cepat. Selain sumber air telah kering, waduk-waduk untuk pengairan tercatat mulai surut volume airnya," kata dia.

Ia menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk penyediaan bantuan air bagi sejumlah desa yang terdampak kekeringan dan krisis air bersih.

Pihaknya juga sudah melalukan koordinasi dengan PDAM setempat untuk menyiapkan air bersih saat laporan permintaan bantuan dari masyarakat diterimanya.

Selain upaya penanganan, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi sebagai upaya pencegahan. Di antaranya mengajak masyarakat, khususnya yang berada di daerah lereng Gunung Wilis, untuk meningkatkan program penghijauan.

"Tujuannya agar cadangan air yang terserap oleh permukaan bumi bisa lebih banyak. Sehingga saat musim kemarau, sumber air tidak kering," tambahnya.

Sesuai pemetaan BPBD setempat, sejumlah desa di 10 kecamatan di Kabupaten Madiun rawan mengalami kekeringan dan krisis air bersih selama musim kemarau tahun 2019 yang diprakirakan berlangsung lebih lama dari waktu normal.

Beberapa kecamatan itu, yakni, Kecamatan Pilangkenceng, Saradan, Gemarang, Kare, Wungu, Dagangan, Dolopo, Kebonsari, Geger, dan Balerejo.

Namun dari 10 kecamatan tersebut, daerah yang sering mengalami krisis air bersih setiap tahun di antaranya adalah Dagangan, Dolopo, Wungu, Geger, Gemarang, dan Kare.

Baca juga: Sebanyak 10 kecamatan di Kabupaten Madiun rawan krisis air bersih

Baca juga: Ratusan hektare sawah di Madiun kekeringan
Pewarta : Louis Rika Stevani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019