Pelaku pembakaran hutan di Belitung Timur diancam dipenjarakan

Pelaku pembakaran hutan di Belitung Timur diancam dipenjarakan

Aparat kepolisan sedang memadamkan kebakaran lahan. Kepolisian Resor Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengancam memenjarakan pelaku pembakaran hutan secara sengaja di daerah itu, Senin (5/8/2019). (FOTO ANTARA/Ahmadi)

Manggar, Babel (ANTARA) - Kepolisian Resor Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengancam memenjarakan pelaku pembakaran hutan secara sengaja di daerah itu.

"Kalau terbukti kedapatan sengaja membakar hutan pidananya mulai dari 10 sampai 15 tahun penjara dengan denda mencapai Rp 10 miliar,” kata Kapolres Belitung Timur, AKBP Erwin Siboro di Manggar, Senin (5/8).

Hal itu dikemukakannya menyikapi adanya oknum yang diduga sengaja membakar lahan di kawasan perkantoran Bupati Belitung Timur beberapa waktu lalu.

"Banyak sangsi hukum yang menanti jika terbukti sengaja membakar lahan. Mulai dari Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, UU No 18 Tahun 2004 tentang Kehutanan, UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta KUHP," katanya.

Ia mengimbau seluruh instansi dan masyarakat dapat saling menjaga agar tidak terjadi kebakaran lahan dan meminta masyarakat dapat melaporkan jika ada oknum yang sengaja membakar lahan.

"Silakan apabila ada yang mengetahui adanya pembakar lahan laporkan dengan kami. Kami siap menindak tegas,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kebakaran hutan dalam skala luas sangat rawan terjadi saat musim kemarau, di mana sudah terjadi dalam dua bulan ini di daerah itu.

"Justru itu kami mengingatkan warga jangan sembarangan membakar lahan, apalagi dengan sengaja melakukan perbuatan pembakaran sehingga hutan terbakar dalam skala luas," demikian Erwin Siboro.

Baca juga: Dua hektare lahan di area perkantoran Pemkab Belitung timur terbakar

Baca juga: 12,55 hektare hutan di Babel terbakar

Baca juga: Karena ulah manusia, Belitung Timur sembilan kali kebakaran hutan di 2018
Pewarta : Ahmadi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019