BNPB: 773 titik panas teridentifikasi di seluruh Indonesia

BNPB: 773 titik panas teridentifikasi di seluruh Indonesia

Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo . (ANTARA/Dewanto Samodro)

Jakarta (ANTARA) - Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan terdapat 773 titik panas yang teridentifikasi di seluruh Indonesia.

"Sebanyak 773 titik panas dengan kategori sedang, yaitu 30 persen hingga 79 persen, dan tinggi, yaitu diatas atau sama dengan 80 persen, yang terpantau pada Rabu (7/8) pukul 07.25 WIB," kata Agus ketika dihubungi di Jakarta, Rabu (7/8).

Agus mengatakan terdapat 549 titik panas kategori sedang dan 224 titik panas kategori tinggi yang terpantau satelit Aqua, Terra dan SNNP pada katalog modis Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) selama 24 jam hingga Rabu pukul 07.25 WIB.

Baca juga: Bupati Aceh Barat: BNPB kirim satu helikopter padamkan karhutla

Titik panas kategori tinggi terbanyak berada di Kalimantan Barat (52), Kalimantan Tengah (41), dan Kalimantan Utara (34), Kalimantan Timur (18), dan Sumatera Selatan (15).

Sedangkan titik panas kategori sedang terbanyak berada di Kalimantan Barat (116), Kalimantan Tengah (144), Kalimantan Timur (48), dan Kalimantan Utara (43).

Sementara itu, berdasarkan Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sepanjang 2019 terdapat 135.749 hektare hutan dan lahan yang terbakar.

Luas kebakaran hutan dan lahan dihitung berdasarkan analisis citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS yang di-"overlay" dengan data sebaran titik panas, serta laporan hasil pemeriksaaan lapangan titik panas dan laporan pemadaman yang dilaksanakan Manggala Agni. 

Baca juga: Aceh Barat tetapkan status siaga darurat bencana asap terkait Karhutla
Baca juga: BNPB: Kebakaran hutan di Jatim sudah padam
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019