Harga jual gabah kering panen di tingkat petani di Kecamatan Idi Tunong, Kabupaten Aceh Timur dalam sepekan terakhir turun menjadi Rp4.700 dari sebelumnya mencapai Rp5.100 per kilogram.

"Ya, saat ini harga gabah turun. Kami merugi karena tidak sesuai dengan modal produksi," kata salah seorang petani di Desa Seunubok Dalam, Kecamatan Idi Tunong, Kabupaten Aceh Timur Abdullah, Kamis (5/2).

Ia juga mengatakan harga jual gabah tergantung pada kualitasnya, apabila bagus harga jual pun sedikit tinggi dibandingkan dengan gabah biasa.

"Apalagi kemarin pada waktu padi berbuah daerah kami kekurangan air, jadi hasil panennya untuk tahun ini kurang bagus," katanya.

Sementara itu, seorang pembeli gabah di kecamatan tersebut, Faisal menyatakan turunnya harga gabah disebabkan kualitas gabah kurang bagus akibat kekurangan air di sawah mereka sewaktu musim tanam.
   
"Bisa jadi gabah kekurangan air, karena saat petani turun ke sawah lama tidak hujan sehingga kualitas gabah kurang bagus. Selain kualitas gabah, penen serentak juga berpengaruh terhadap harga gabah," kata Abdullah. 

Tidak hanya harga gabah turun, sejumlah petani di Aceh Timur juga gagal panen akibat padi mereka mengalami puso karena kekeringan. Sehingga petani jadikan padi milik mereka untuk pakan ternak.

 

Pewarta: Hayuturrahmah

Editor : Heru Dwi Suryatmojo


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2020