Pemerintah Aceh menyatakan telah mengirim sebanyak 20 sampel ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI dalam upaya memantau mutasi COVID-19 di provinsi setempat.

“Pengiriman sampel ini bertujuan  pemantauan strain mutasi COVID-19, yang selama ini disinyalir mulai muncul dengan tingkat penularan dan daya tahan yang lebih tinggi,” kata  Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif di Banda Aceh, Sabtu.

Ia menjelaskan di beberapa negara seperti India dan Inggris serta beberapa negara lain, telah ditemukan mutasi dari virus COVID-19 dan untuk  mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah menyampaikan ke Gubernur untuk mengirim sampel ke Balitbangkes Kemenkes di Jakarta. 

“Balitbangkes mengirim surat dan menginstruksikan kita untuk mengirimkan sampel spesimen swab nasofaring dan sebanyak 20 sampel sudah kita kirimkan,” katanya.

Menurut dia surat Balitbangkes Kemenkes menyebutkan ‘Dalam rangka pemantauan strain mutasi virus SARS CoV-2, maka perlu dilakukan Surveilans Genom Virus SARS CoV-2 secara intensif dan seluruh wilayah Indonesia. 

“Ada pun sampel spesimen yang kita kirim itu berasal dari kasus dengan kriteria Penularan yang cepat di masyarakat/lokasi tertentu, mulai menginfeksi kelompok yang sebelumnya tidak rentan (anak-anak), Orang sudah divaksin tapi terinfeksi, Penyintas terinfeksi kembali, Kematian dengan komorbid penyakit menular lain (HIV, TB, dan lainnya),” kata Hanif.

Hanif menambahkan, kriteria spesimen yang dikirimkan adalah Tube VTM berisi swab nasofaring, memiliki ct (cycle threshold) di bawah 25, Spesimen dikirimkan disertai formulir penyelidikan epidemiologi, Pengiriman spesimen dilakukan segera setelah hasil pemeriksaan RT PCR diperoleh.

“Jadi, spesimen yang kita kirimkan adalah spesimen yang baru kita ambil,” demikian Hanif.

Pewarta: M Ifdhal

Editor : M Ifdhal


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2021