Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyatakan pihaknya terus membenahi sistem pendidikan formal dan nonformal dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa baik bidang pengetahuan umum dan agama.
"Dinul Islam dan sosial kebudayaan merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan Aceh," kata Zaini dalam pidato tertulis dibacakan Sekda Aceh, Dermawan di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Rabu (10/6) malam.
Pernyataan itu disampaikan di sela-sela membuka Pekan Ketrampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) II tingkat Provinsi Aceh tahun 2015.
Ia menjelaskan salah satu pembenahan sistem pendidikan non formal salah satunya seperti pengajian ba'da magrib di setiap daerah di provinsi berpenduduk 4,5 juta jiwa itu.
"Kami terus berupaya meningkatkan pemahaman dinul Islam kepada seluruh generasi muda di Aceh," katanya.
Ia berharap kegiatan Pentas PAI yang diselenggarakan Kanwil Kemenag Aceh dapat memotivasi siswa dalam meningkatkan prestasi dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu Kanwil Kemenag Aceh M Daud Pakeh atas nama ketua panitia dalam sambutan mengatakan kegiatan tersebut juga merupakan ajang silaturrahmi sesama peserta didik di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.
"Kami berharap melalui kegiatan ini juga dapat meningkatkan kemampuan spiritual peserta didik," katanya.
Ada pun jumlah peserta sebanyak 897 orang yang terdiri dari 31 orang dan delapan pendamping.
Ia menjelaskan setiap jenjang pendidikan yang menjadi wakil kabupaten/kota akan bersaing pada delapan cabang yang dilombakan yakni mushabaqah tilawatil quran (MTQ), pidato PAI, mushabaqah hifdzil quran (MHQ), cerdas cermat PAI, kaligrafi Islami, seni nasyid, debat PAI dan kreasi busana.
Daud Pakeh juga memberi apresiasi kepada Kabid PAI Kanwil Kemenag Aceh Saifuddin AR yang juga sebagai ketua panitia penyelenggara kegiatan yang akan berlangsung pada 10 sampai 13 Juni 2015 itu.
"Dinul Islam dan sosial kebudayaan merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan Aceh," kata Zaini dalam pidato tertulis dibacakan Sekda Aceh, Dermawan di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Rabu (10/6) malam.
Pernyataan itu disampaikan di sela-sela membuka Pekan Ketrampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) II tingkat Provinsi Aceh tahun 2015.
Ia menjelaskan salah satu pembenahan sistem pendidikan non formal salah satunya seperti pengajian ba'da magrib di setiap daerah di provinsi berpenduduk 4,5 juta jiwa itu.
"Kami terus berupaya meningkatkan pemahaman dinul Islam kepada seluruh generasi muda di Aceh," katanya.
Ia berharap kegiatan Pentas PAI yang diselenggarakan Kanwil Kemenag Aceh dapat memotivasi siswa dalam meningkatkan prestasi dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu Kanwil Kemenag Aceh M Daud Pakeh atas nama ketua panitia dalam sambutan mengatakan kegiatan tersebut juga merupakan ajang silaturrahmi sesama peserta didik di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.
"Kami berharap melalui kegiatan ini juga dapat meningkatkan kemampuan spiritual peserta didik," katanya.
Ada pun jumlah peserta sebanyak 897 orang yang terdiri dari 31 orang dan delapan pendamping.
Ia menjelaskan setiap jenjang pendidikan yang menjadi wakil kabupaten/kota akan bersaing pada delapan cabang yang dilombakan yakni mushabaqah tilawatil quran (MTQ), pidato PAI, mushabaqah hifdzil quran (MHQ), cerdas cermat PAI, kaligrafi Islami, seni nasyid, debat PAI dan kreasi busana.
Daud Pakeh juga memberi apresiasi kepada Kabid PAI Kanwil Kemenag Aceh Saifuddin AR yang juga sebagai ketua panitia penyelenggara kegiatan yang akan berlangsung pada 10 sampai 13 Juni 2015 itu.
Uploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2015