Lhoksukon (ANTARA Aceh) - Rumah nelayan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Desa Ule Rubek Barat, Seunuddon, Aceh Utara, Provinsi Aceh, belum ditempati.  
    
Keuchik (kepala desa) Ulee Rubek Barat Badlisyah Yahya, kepada wartawan di Lhokseumawe, Rabu, mengatakan rumah khusus untuk nelayan itu belum ditempati para penerima disebabkan jumlah rumah tidak cukup seperti yang dijanjikan sebelumnya.

"Mereka (pihak PUPR disaksikan petugas Dinas Cipta Karya Aceh Utara) berjanji akan membangun 100 unit rumah pada waktu itu, tetapi yang dibangun hanya 56 unit, sedangkan 44 unit belum," ungkap Badlisyah.

Pihaknya khawatir akan terjadi kecemburuan sosial di antara sesama nelayan, bila rumah itu tetap dibagikan sebelum memenuhi kuota yang telah dijanjikan tersebut. Karena, ke 100 calon penerima rumah itu telah diminta KTP dan Kartu Keluarga (KK).

Dia mengatakan, rumah itu selesai dibangun pada November 2015. Sebab itu, pihaknya berharap agar pemerintah meneruskan pembangunan sisa rumah yang telah dijanjikan tersebut.

"Kalau hanya 56 unit saja, saya tidak tahu cara membagikannya untuk 100 calon penerima, karena warga bisa berasumsi lain nantinya. Makanya kita berharap agar adanya penyelesaian dari pemerintah," ujarnya.

Kepala Dinas Cipta Karya Aceh Utara Ir Azmi menduga bantuan rumah khusus untuk nelayan yang dibangun 56 unit dari yang dijanjikan 100 unit itu, sebenarnya bukan disebabkan oleh pemotongan atau hal yang disengaja oleh kontraktor, tetapi karena ada kendala lain.

"Kemungkinan besar mereka khawatir akan tidak siap bila dikerjakan ke 100 unit, makanya dibangun 56 unit. Itu menggunakan anggara APBN-Perubahan. Setahu saya bukan APBN murni," katanya.

Azmi mengaku, akan menyampaikan keluhan masyarakat tersebut ke pihak PUPR untuk kejelasan lebih lanjut. Soal rumah yang sudah siap tersebut, pihaknya akan berkoordinasi lagi termasuk dengan Muspika Seunuddon. 

Pewarta: Mukhlis

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2016