Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki menyatakan sebanyak 440 ribu masyarakat Aceh telah menerima manfaat dari kartu prakerja dalam kurun waktu hampir tiga tahun program tersebut beroperasi. 

"Masyarakat Aceh yang ikut program kartu prakerja ini ada 440 ribu orang dari 1,1 juta pendaftar," kata Achmad Marzuki, di Banda Aceh, Rabu.

Hal itu disampaikan Achmad Marzuki kepada wartawan di sela-sela kegiatan "Kartu Prakerja Fest-Mini Temu Raya Aceh” yang digelar manajemen pelaksana program kartu prakerja dan lembaga pelatihan Kelas.com, di Banda Aceh.

Untuk diketahui, adapun tiga besar daerah yang menjadi penerima kartu prakerja terbanyak di provinsi Aceh yakni Kabupaten Aceh Utara (68.066 peserta), Bireuen (54.176) dan Pidie (43.075), selebihnya dari 20 kabupaten/kota lainnya di tanah rencong.

Marzuki berharap semua masyarakat Aceh bisa mengakses program tersebut meskipun saat ini belum terdaftar akibat adanya seleksi dan keterbatasan kuota. 

"Kita berharap (masyarakat Aceh) ada dalam kegiatan ini, karena ada seribu macam lebih keterampilan yang akan dilatih," katanta.

Marzuki menyebutkan, total dana insentif yang telah disalurkan ke Aceh dari program kartu prakerja tersebut lebih kurang sudah mencapai Rp 972 miliar. 

Menurutnya, program kartu prakerja sangat membantu masyarakat pencari kerja, mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), maupun buruh dan karyawan yang ingin meningkatkan kompetensi dalam berbagai bidang.

Marzuki menegaskan, dirinya mendukung penuh program kartu prakerja di bawah kewenangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian itu dalam rangka mewujudkan SDM unggul demi kemajuan Indonesia di masa mendatang, dan khususnya Aceh. 

“Program kartu prakerja sesuai dengan cita-cita Pemerintah Aceh dalam mengembangkan SDM Aceh yang mampu bersaing dalam dunia kerja dan mengukir prestasi di tingkat nasional dan regional,” kata Marzuki.

Marzuki menambahkan, tugas Pemerintah Aceh dan pemangku kepentingan lainnya saat ini adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dimulainya program tersebut.

"Untuk mencari informasi terkait prakerja ini masyarakat bisa mengakses instagram milik prakerja, di @prakerjagoid. Saya berharap dengan kegiatan ini kita bisa mengembangkan wilayah masing-masing," ujar Achmad Marzuki.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan bahwa kartu prakerja merupakan program pemerintah pertama yang dijalankan secara digital 100 persen. 

Hal itu, kata Moeldoko, sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo supaya pelayanan publik dapat juga dilakukan melalui cara-cara baru yang inovatif salah satunya menggunakan teknologi digital.

"Kartu prakerja menjadi contoh penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabilitasnya sangat tinggi. Tidak salah jika KPK menyatakan bahwa kartu prakerja sebaiknya dijadikan model bagi layanan publik yang lain,” kata Moeldoko.
 
Pada kesempatan yang sama, Denni Purbasari menekankan agar angkatan kerja saat ini jangan jadi generasi pengeluh.

“Biasakan agar tangan kita tak selalu di bawah. Jadilah generasi yang solutif, minimal jadi solusi untuk diri sendiri, baru kemudian jadi pandu bagi yang lain,” katanya.

Dalam kesempatan ini, salah satu penerima program kartu prakerja Putri Puspita mengatakan saat ini dia sudah mendapatkan pendapatan perbulan. Dari awalnya hanya membuat masker, kini ia mendapat kontrak membuat sprei untuk jumlah besar selama tiga tahun ke depan. 

"Saya sarankan teman-teman untuk berkembang lebih maju meningkatkan keterampilan diri, seperti yang diajarkan pelatihan-pelatihan program kartu prakerja,” kata Putri.

Di sisi lain, EO Kelas.com, William Sutrisna merasa bahagia bisa menjadi bagian dari ekosistem kartu prakerja. Kelas.com memiliki visi yang sejalan dengan program tersebut, dan mendukung berbagai upaya untuk melakukan akselerasi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.

"Belajar itu tidak ada akhirnya, setiap manusia selama masa hidupnya harus terus belajar dan berkembang. Perkembangan zaman sangat cepat, sehingga kita harus terus selalu mengembangkan diri sendiri,” demikian William.
 

Pewarta: Rahmat Fajri

Editor : M Ifdhal


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2022