Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Provinsi Aceh melaksanakan kegiatan pendampingan peningkatan kualitas produk UMKM di Kota Banda Aceh sebagai upaya menaikkan kelas para pelaku usaha mikro di Aceh.

Kasubbag Tata Usaha UPTD PLUT KUMKM Aceh Hendra Saputra di Banda Aceh, Kamis, mengatakan peningkatan kualitas produk merupakan hal penting, dan harus menjadi fokus utama saat melakukan proses produksinya.

"Pendampingan yang berlangsung selama empat hari sejak 30 Agustus sampai 2 September 2023 ini diikuti sebanyak 40 pelaku UKM dari Kita Banda Aceh. Kegiatan ini menghadirkan pemateri yang ahli di bidangnya mulai dari akademisi, pakar bidang produksi hingga konsultan pendamping," katanya.

Ia mengatakan sebuah produk akan mempunyai nilai daya saing jika proses produksi dilakukan dengan prosedur yang baik dan menggunakan peralatan berstandarisasi, sehingga produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk pabrikan nasional.

"Maka dalam hal ini peran pemerintah sangat dibutuhkan guna meningkatkan pengetahuan keterampilan UMKM di Aceh. Terutama untuk mengatasi permasalahan pemasaran," katanya.

Menurut Hendra, pendampingan ini bermaksud untuk meningkatkan kualitas produk UKM Kota Banda Aceh yakni dengan memberikan pengetahuan tambahan terkait pengelolaan kewirausahaan.

"Kemudian, juga untuk membangun motivasi dan semangat UMKM dalam meningkatkan kualitas produk untuk pengembangan usaha," tuturnya.

Melalui pendampingan ini, Hendra berharap para pelaku UMKM mampu menciptakan produk berkualitas yang memiliki nilai daya saing. Serta memahami strategi pemasaran dan daya branding.

"Kita harapkan setelah ini para pelaku usaha mendapatkan pengetahuan dan penguatan jaringan kerjasama, dan terus berkembang," ujar Hendra.

Sementara itu, Sekretaris Diskop dan UKM Aceh Saiful Bahri menyatakan UMKM mempunyai peran penting dan strategis dalam peningkatan perekonomian masyarakat.

"Karena dengan adanya pelaku UMKM, maka pergerakan ekonominya pasti muncul. Akhirnya bisa membuka lapangan pekerjaan dan membantu mengurangi angka kemiskinan," kata Saiful.

Dirinya menyampaikan, pelaksanaan pendampingan peningkatan kualitas produk tersebut juga sebagai salah satu upaya membuat pelaku usaha mikro semakin naik kelas.

"Semua pendampingan ini untuk membuat pelaku usaha naik kelas, dari usaha mikro menjadi usaha kecil, dan saat omzet terus meningkat, maka bisa menjadi usaha besar," ujarnya.

Dirinya berharap, para pelaku UMKM yang mendapatkan pendampingan ini nantinya bisa mengatasi permasalahan yang kini dihadapi, seperti peningkatan kualitas produk serta perkembangan zaman yang hari ini serba digital.

Diharapkan pelaku UMKM dapat mengikuti pendampingan ini, sehingga persoalan yang menyangkut produk bisa diatasi, dan mutu bisa terus  ditingkatkan.

"Semoga produk pelaku UMKM di Aceh bisa terus eksis, tetap harus berusaha meningkatkan dan menjaga kualitas produknya, serta harus mampu mengikuti tren keinginan konsumen," pungkas Saiful Bahri.
 

Pewarta: Rahmat Fajri

Editor : M.Haris Setiady Agus


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2023