Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Dua satelit, Terra dan Aqua yang digunakan untuk menyensor dengan pantauan modis, mendeteksi tiga titik panas terdapat berada di wilayah Aceh.  
    
"Sore ini, tiga hotspot (titik panas) terpantau di Aceh," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Kelas I Blang Bintang, Zakaria di Aceh Besar, Kamis.

Dia menerangkan, tiga titik panas itu terdeteksi pada dua kabupaten di Aceh dengan wilayah yang berbeda, dibanding pagi hari di hari yang sama.

Titik panas kali ini memang masih berada di Kabupaten Aceh Barat, akan tetapi cuma dua titik dengan wilayah penyebaran di dua kecamatan yakni Johan Pahlawan, dan Sama Tiga.

Terakhir sisanya satu titik panas terpantau di Kabupaten Aceh Tengah dengan posisi kordinat berada di Kecamatan Silihnara.

Sebelumnya pada Kamis (24/8) pagi, tiga titik panas bertahan di Aceh Barat meliputi tiga kecamatan yaitu Johan Pahlawan, Kaway Enambelas, dan Woyla.

"Untuk ketiga titik panas sore tersebut, memiliki tingkat kepercayaan kebakaran hutan dan lahan di atas 65 persen," ucap Zakaria.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nagan Raya Teuku Rahmadsyah melaporkan, sekitar 10 hektare lahan gambut di wilayahnya terbakar.

Ia mengaku, tepatnya di Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, terbakar sehingga menyebabkan terjadinya kabut asap pada malam hari.

Data BMKG setempat pada Selasa (23/8), wilayah Nagan Raya terpantau enam titik panas dari total 17 titik panas di wilayah Aceh.

Titik panas itu tepatnya berada di Kecamatan Darul Makmur empat titik, dan Kecamatan Kula dua titik.

"Lokasi kebakaran lahan, sulit dijangkau. Karena medan jalan sulit diterobos, oleh armada pemadam kebakaran. Namun, tetap dilakukan upaya penanganan berupa pemadaman dengan cara-cara lain," ucapnya.


Pewarta: Muhammad Said

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2017