Harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat pabrik pengolahan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terus menguat dalam sepekan terakhir dan hari ini menyentuh angka Rp2.830 per kilogram.
"Tren kenaikan ini merupakan sinyal positif bagi sektor perkebunan daerah. Hari ini (6/3) harga kembali naik Rp30, sehingga total kenaikan dalam empat hari terakhir mencapai Rp110 per kilogram," kata petani sawit Abdya, Muslim Hasan, di Abdya, Jumat.
Berdasarkan data harian dari PT Mon Jambe-Babahrot, kenaikan harga terjadi secara konsisten sejak awal Maret 2026 dan terus mengalami tren positif hingga hari ini.
Baca juga: Tiga perusahaan sawit di Aceh sesuaikan program CSR dengan potensi desa
Tercatat, pada Selasa (3/3) harga TBS berada di level Rp2.740 per kg, kemudian naik bertahap menjadi Rp2.770 per kg pada Rabu (4/3), dan kembali menguat ke angka Rp2.800 per kg pada Kamis (5/3).
Pantauan Antara di lapangan, aktivitas pengiriman TBS ke pabrik terus meningkat seiring membaiknya harga beli pada tingkat petani.
Kenaikan harga yang cukup signifikan ini disambut antusias, petani sawit lainnya di Abdya, Yusuf mengatakan menguatnya nilai jual di tingkat pabrik sangat membantu mereka dalam menutupi biaya operasional kebun yang cenderung tinggi.
Para petani berharap tren positif ini dapat bertahan lama guna mendukung stabilitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor perkebunan sawit di wilayah tersebut.
"Kami sangat bersyukur dengan kenaikan harga yang stabil di PT Mon Jambe. Dengan harga diatas Rp2.800, pendapatan kami jauh lebih baik dan kami makin semangat untuk melakukan perawatan serta pemupukan kebun," demikian Yusuf.
Baca juga: Kejari Aceh Timur periksa 14 saksi kasus korupsi sawit BUMD
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026