Komisi V DPR RI meminta pengelola jalan tol Sigli - Banda Aceh (Sibanceh) dalam hal ini Hutama Karya (HK) mempercepat penyelesaian masalah pembebasan lahan dengan masyarakat agar jalan tersebut bisa segera difungsikan.
"Masih ada sengketa dengan masyarakat, ini kita harapkan dalam waktu dekat bisa diselesaikan," kata Ketua Tim Kunjungan Komisi V DPR RI, Irmawan saat meninjau tol Sibanceh, di Gerbang Tol Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis.
Irmawan menjelaskan, berdasarkan hasil peninjauan, diketahui bahwa permasalahan sengketa lahan dengan masyarakat khususnya di seksi 1 Padang Tiji-Seulimum belum terselesaikan.
Baca juga: Satu orang meninggal dalam kecelakaan maut di jalan Tol Sibanceh, begini kronologinya
Pihaknya berjanji bakal terus mengawal permasalahan tersebut hingga nantinya dapat diselesaikan lebih cepat, dan tol Sibanceh berfungsi sepenuhnya.
"Kita akan terus mengawal dimana permasalahannya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan selesai," ujar Irmawan.
Sebagai informasi, sampai saat ini masih terdapat 24 bidang tanah prioritas untuk uji layak fungsi (ULF) di seksi 1 Padang Tiji-Seulimum seluas 81.786 m² yang belum terselesaikan pembayaran ganti kerugian tanam tumbuh di wilayah setempat.
Sehingga, proses pengerjaan konstruksi pada akses perlintasan dan lereng tegakan di sana belum dapat dilaksanakan. Akibatnya, sampai saat ini jalan tol seksi tersebut belum bisa difungsikan sepenuhnya.
Baca juga: Tim P2T sudah ukur ulang tanah untuk penyelesaian tol Sibanceh seksi Padang Tiji
Tetapi, meski belum fungsional, Hutama Karya telah membuka seksi 1 Padang Tiji-Seulimum tersebut sejak tanggap darurat bencana atas permintaan pemerintah untuk mendukung upaya pemulihan banjir Aceh.
"Pintu tol Padang Tiji Ini sebenarnya secara resmi belum dibuka atau difungsikan, tapi sudah dioperasikan (untuk penanganan bencana),"
"Kita berharap kepada pihak pengelola (HK) karena ini sudah dibuka, masyarakat sudah merasa nyaman. Maka jangan ditutup lagi, kita buka terus, kalau ada hal-hal yang belum clear nanti sejalan dengan waktu bisa kita selesaikan bersama," demikian Irmawan.
Untuk diketahui, Hutama Karya sebagai pengelola jalan tol Sibanceh sejauh ini baru memfungsikan resmi lima seksi ruas Tol Sibanceh, yakni seksi 2 Seulimeum-Jantho (6,35 km), seksi 3 Jantho-Indrapuri (16 km).
Kemudian, seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang (13,5 km), seksi 5 Blang Bintang-Kuta Baro (7,7 km), dan seksi 6 Kuta Baro-Baitussalam (5 km). Dan, hingga hanya untuk seksi 1 Padang Tiji yang belum dapat dioperasikan sepenuhnya.
Baca juga: Anggota DPR RI perjuangkan perluasan jalan menuju pintu tol Baitussalam
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026