Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya mencatat seluas 20 hektare lebih lahan di kabupaten setempat terbakar sejak Januari-Maret 2026, karena itu masyarakat diminta tidak membakar sembarangan saat membuka lahan baru.
"Kita selalu mengimbau agar warga untuk tidak membakar lahan apalagi saat ini cuaca siang hari sangat panas, sehingga sangat mudah terbakar," kata Kalak BPBK Aceh Jaya, AG Suhadi, di Aceh Jaya, Rabu.
Dirinya menyebutkan, kebakaran lahan di Aceh Jaya selama triwulan pertama ini terjadi sebanyak 22 peristiwa dengan total seluas 20 hektare, yakni delapan kali pada Januari (0,69 hektare) enam kali Februari (18,1 hektare dan delapan kali pada Maret 2026 (1,49 hektare).
"Ini menjadi catatan kita agar ke depan warga khususnya petani untuk lebih berhati-hati saat membakar lahan," ujar AG Suhadi.
Sementara itu, Kapolres Aceh Jaya, AKBP Zulfa Renaldo menegaskan pihaknya telah membantu pemerintah dengan pembentukan komunitas masyarakat peduli api di Aceh Jaya.
Sebagai upaya pencegahan kebakaran lahan, lanjut dia, diharapkan adanya kerja sama dengan semua pihak dalam memberikan sosialisasi serta kampanye menjaga lahan perkebunan agar terhindar dari kebakaran.
"Dengan terbentuknya komunitas ini, masyarakat diharapkan lebih memahami dan tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar,” kata Kapolres.
AKBP Zulfa mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para petani dan pekebun, agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Selain berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan, tindakan tersebut memiliki konsekuensi hukum serius.
“Mari kita jaga lingkungan bersama, karena dampak kebakaran tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga masyarakat luas. Jika menemukan titik api atau potensi kebakaran, segera laporkan kepada aparat terdekat agar dapat ditangani dengan cepat,” demikian AKBP Zulfa Renaldo.
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026