Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda bersama dengan Pemerintah Aceh bertekad untuk meningkatkan akselerasi penerbangan umrah langsung dari Bandara Internasional SIM Blang Bintang Aceh Besar.
"Kolaborasi antara Tim Routes Development Bandara SIM dengan Dinas Perhubungan Provinsi Aceh ini merupakan bagian untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Aceh ke tanah suci khususnya,” kata General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang SIM, Setiyo Pramono di Blang Bintang, Sabtu.
Ia menjelaskan pihaknya sangat mendukung terkait tindak lanjut yang dilakukan Pemerintah Aceh dengan telah menyurati Presiden RI terkait izin technical stop with traffic rights bagi maskapai Arab Saudi di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (BTJ).
Menurut dia surat yang disampaikan Gubernur kepada Presiden merupakan bentuk konkret yang dilakukan pemerintah daerah sebagai regulator tingkat provinsi, di mana Tim Bandara SIM ikut berperan aktif dalam memberikan masukan data teknis penerbangan.
Baca: AP: Penggunaan garbarata dan gedung VIP permudah JCH Aceh
“Tim Routes Development Bandara SIM bersama Kadishub Aceh menyimpulkan skema technical stop adalah solusi paling rasional menekan tingginya biaya tiket akibat keterbatasan armada wide body saat ini.
Lebih rinci, Setiyo Pramono menjelaskan beberapa poin yang terus dioptimalkan bersama dengan Pemerintah Aceh guna mewujudkan akselerasi penerbangan umrah di Tanah Rencong yakni mengidentifikasi solusi tercepat bagi 32.000 potensi jamaah umrah Aceh per tahun melalui izin traffic rights.
Kemudian efisiensi operasional dengan mendorong penyesuaian harga avtur agar lebih kompetitif bagi maskapai internasional di Bandara SIM, serta penyediaan data dengan memastikan argumen dalam surat resmi tersebut didukung oleh data lapangan yang akurat dari sisi pengelola bandara.
"Peran kami adalah memastikan bahwa setiap kebijakan yang diusulkan oleh Bapak Gubernur memiliki dasar teknis yang kuat di lapangan. Kami sangat mengapresiasi respons cepat Dinas Perhubungan Aceh yang sangat terbuka dalam mendiskusikan temuan dan inisiasi dari tim kami di bandara," kata Setiyo.
Manajemen Bandara SIM memastikan seluruh fasilitas pendukung yang mencakup kesiapan infrastruktur untuk melayani maskapai luar negeri secara reguler telah siap jika izin tersebut diberikan, guna mewujudkan akses perjalanan religi yang lebih mudah dan terjangkau bagi warga Serambi Mekkah.
Baca: AP: AMAL layani penerbangan Umrah Aceh
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026