Pimpinan dan civitas Akademika UIN Ar-Raniry Banda Aceh mendeklarasikan perguruan tinggi tersebut sebagai kampus anti-kekerasan seksual pada momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).
“Momentum Hari Kebangkitan Nasional tahun ini dimaknai sebagai kebangkitan moral dan integritas kampus dalam melawan segala bentuk kekerasan seksual,” kata Rektor UIN Ar Raniry Prof Mujiburrahman di Banda Aceh, Rabu.
Rektor, seluruh pimpinan dan cicitas akademika UIN Ar Raniry membubuhkan tanda tangan sebagai komitmen pada deklarasi yang diinisiasi Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Ar-Raniry.
Dalam deklarasi tersebut, pimpinan UIN Ar-Raniry menegaskan komitmen terhadap pencegahan aktif kekerasan seksual, penerapan nol toleransi terhadap pelaku, perlindungan korban dan pelapor, hingga penegakan proses penanganan kasus secara objektif dan bebas intervensi.
Selain itu, seluruh pimpinan juga menyatakan siap menerima sanksi tegas sesuai aturan apabila terbukti melanggar komitmen yang telah disepakati.
Menurut dia kampus harus menjadi tempat yang paling aman, paling nyaman, dan paling mulia bagi siapa saja untuk menuntut ilmu dan UIN Ar-Raniry tidak boleh serta tidak akan pernah memberi ruang sekecil apa pun bagi pelaku kekerasan seksual.
Baca: UIN perluas kerja sama tingkatkan penelitian dan inovasi
Ia menambahkan deklarasi tersebut bukan sekadar slogan, tetapi bentuk ketegasan pimpinan kampus dalam membangun lingkungan akademik yang bersih dari kekerasan dan pelecehan seksual.
Ia juga menegaskan pimpinan kampus akan berada di garis depan untuk melindungi korban serta menindak tegas pelaku kekerasan seksual.
“Jangan takut untuk melapor, jangan abai jika melihat, dan jangan pernah memberi toleransi pada tindakan yang merusak moral ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala PSGA LP2M UIN Ar-Raniry Dr Nashriyah menyebut deklarasi tersebut menjadi simbol kebangkitan bersama civitas akademika dalam memutus rantai kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Ia mengapresiasi komitmen pimpinan universitas yang dinilai menunjukkan keberpihakan terhadap perlindungan korban dan penguatan sistem pencegahan kekerasan seksual.
“Ini adalah bukti komitmen nyata jajaran pimpinan untuk berdiri di garda terdepan dalam melindungi korban dan menindak tegas pelaku,” kata Nashriyah.
Deklarasi anti kekerasan seksual itu menjadi bagian dari penguatan budaya kampus berintegritas di lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Baca: 400 mahasiswa peroleh beasiswa Kartu Indonesia Pintar
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026