Tenaga kesehatan, baik perawat maupun dokter di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro (TCD) Sigli, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, mengikuti imunisasi campak rubela yang dilaksanakan dinas kesehatan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Muhammad Dwi Wijaya di Pidie, Rabu, mengatakan imunisasi tenaga kesehatan tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keselamatan tenaga kesehatan sekaligus mencegah penularan di fasilitas pelayanan kesehatan.

"Tenaga kesehatan merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, perlindungan melalui imunisasi campak rubela ini penting untuk menjaga keselamatan petugas serta mencegah penyebaran penyakit di lingkungan rumah sakit," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga minggu ke-13 tahun 2026 tercatat sebanyak 16.567 kasus campak di Indonesia dan 8,4 persen di antaranya terjadi pada usia di atas 16 tahun, termasuk tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Ia mengatakan Imunisasi diberikan sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan yakni tenaga kesehatan dengan riwayat imunisasi campak dua dosis tidak perlu diberikan imunisasi ulang. 

"Sedangkan dengan riwayat satu dosis diberikan tambahan satu dosis. Bagi yang belum pernah imunisasi diberikan dua dosis dengan interval minimal 28 hari," kata Muhammad Dwi Wijaya.

Selain itu, kata dia, pelaksanaan imunisasi tersebut juga menjadi momentum penguatan koordinasi antara rumah sakit, puskesmas, dan dinas kesehatan dalam pencatatan, pelaporan, surveilans kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI), serta penguatan kewaspadaan terhadap peningkatan kasus campak.

"Dengan imunisasi ini diharapkan kalangan tenaga kesehatan dapat terlindungi campak rubela, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan optimal, aman, dan berkualitas," kata Muhammad Dwi Wijaya

Pewarta: M.Haris Setiady Agus

Editor : M Ifdhal


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026