Banda Aceh (Antaranews Aceh) - Wakil Ketua Majelis Pemusyarawatan Ulama (MPU) Aceh Tgk Faisal Ali menyatakan gerhana bulan total yang akan berlangsung pada 28 Juli 2018 merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang diperlihatkan kepada umatnya.

"Perlu dipahami dengan benar oleh seluruh umat adalah gerhana merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang diperlihatkan kepada umat, bukan sebuah kejadian yang ada kaitannya yang terjadi dalam kehidaupan sehari-hari," kata Tgk Faisal Ali di Banda Aceh, Kamis.

Pernyataan itu disampaikannya terkait akan berlangsungnya gerhana bulan total yang akan terjadi pada 28 Juli 2018. Gerhana bulan tersebut diprediksi menjadi yang terlama, yakni mulai pukul 01.15 WIB hingga 06.00 WIB.

Ia menjelaskan salah satu cara dalam merespon kebesaran Allah tersebut adalah dengan memperbanyak ibadah salah satunya disunnahkan untuk melaksanakan shalat gerhana secara berjamaah.

Faisal Ali mengatakan setelah melaksanakan shalat gerhana dilanjutkan dengan melaksanakan khutbah yang didalammnya memuat pesan-pesan mengajak dan memotivasi umat untuk melaksanakan amal shaleh serta mengambil hikmah dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT tersebut.

Menurut dia berbagai tanda-tanda kebesaran yang Allah SWT perlihatkan kepada umatnya tersebut harus direspon dengan cara-cara memperbanyak ibadah bukan dengan cara-cara eforia.

"Mari kita bersama-sama untuk terus memperbanyak amal shaleh dan melaksanakan shalat gerhana," katanya.

Sebelumnya, Peneliti Pusat Ilmu Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Rhorom Priyatikanto mengatakan gerhana bulan yang akan berlangsung pada Jumat (28/7) dini hari, akan berdurasi selama 3 jam 55 menit.
 

Pewarta: Muhammad Ifdhal

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2018