Yogyakarta (Antaranews Aceh) - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD berharap generasi muda di masa mendatang bisa tampil sebagai pemimpin "Merah Putih" yang bersih dan tegas dalam mengemban amanah.

"Merah artinya berani untuk bersikap tegas dan putih artinya bersih," kata Mahfud dalam Seminar Nasional bertajuk "Pancasila dan Bela Negara" di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Jumat sore.

Menurut Mahfud, idealnya kedua karakter tersebut harus dimiliki setiap pemimpin Indonesia karena pemimpin yang kotor meski memiliki keberanian sekalipun pada akhirnya tetap akan membahayakan Indonesia.    

"Sebaliknya kalau hanya orang putih (bersih) tetapi tidak memiliki keberanian, juga tidak ada gunanya. Boleh saja, tapi sebaiknya jadi rakyat saja," kata dia.

Di hadapan ratusan mahasiswa peserta seminar, Mahfud yakin generasi muda ke depan mampu menjadi pemimpin "Merah Putih" yang berkontribusi mengatur negara dengan baik. "Anda semua orang-orang pintar yang memiliki masa depan mengatur negara ini," ujar Mahfud.

Bagi Mahfud, pemimpin "Merah Putih" berani menolak setiap upaya "penyanderaan politik" oleh para cukong yang manawarkan berbagai pendanaan.

Ia mencontohkan untuk mencalonkan diri menjadi bupati atau gubernur rata-rata harus menerima sumbangan dana dari para cukong. Sehingga saat terpilih menjadi bupati atau gubernur mau tidak mau harus berpikir untuk mengembalikan dana tersebut.

"Akhirnya mau menerima suap untuk menerbitkan izin penebangan hutan, eksplorasi tambang. Izin-izin itu dibuat oleh orang-orang yang 'tersandera'," tutur Mahfud yang juga anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
   

Pewarta: Luqman Hakim

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2018