Banda Aceh (Antaranews Aceh) - Puluhan ibu rumah tangga di Kota Banda Aceh dilatih membuat suvenir, terutama tas bordir khas Tanah Rencong, yang nantinya bisa dijual kepada wisatawan.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman di Banda Aceh, Jumat, mengatakan, pelatihan diberikan sebagai upaya pemerintah kota meningkatkan kemampuan ibu rumah tangga, sehingga bisa membantu perekonomian keluarga.

"Pelatihan dipusatkan di balai latihan kerja milik pemerintah kota di Gampong Lamjabat, Kecamatan Meuraxa. Peserta pelatihan merupakan ibu rumah tangga yang tersebar di Kota Banda Aceh," kata Aminullah Usman.

Pelatihan merupakan program Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banda Aceh. Pelatihan meliputi keterampilan menjahit, membordir kain, hingga membuat tas bordiran.

Wali Kota mengapresiasi program yang dijalankan Dekranasda Kota Banda Aceh. Sebab, program pelatihan tersebut merupakan upaya meningkatkan sumber daya manusia.

"Dengan adanya pelatihan ini, ibu-ibu yang menjadi peserta pelatihan ini memiliki keterampilan membuat suvenir berkualitas. Tentunya kami berharap mereka bisa membuka usaha suvenir yang dijual kepada wisatawan," kata dia.

Oleh karena itu, Aminullah Usman mengharapkan kepada para peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, sehingga keterampilan yang didapat dari pelatihan tersebut bisa diterapkan dalam usaha meningkatkan perekonomian keluarga.

"Kami akan membantu peralatan seperti mesin jahit kepada mereka yang ingin mengembangkan usaha suvenir. Banda Aceh sebagai kota tujuan wisata, tentunya suvenir menjadi barang yang diburu wisatawan. Jadi ini peluang usaha yang bagus," kata Aminullah Usman.

Ketua Dekranasda Kota Banda Aceh Nurmiaty AR mengatakan, pelatihan diikuti 40 peserta yang dibagi dua angkatan. Mereka dilatih menjahit, bordir, dan membuat tas selama 12 hari.

"Kami berharap mereka mampu menghasilkan produk berkualitas serta bersaing merebut pasar, sehingga bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan keluarga," kata Nurmiaty AR.

Pewarta: M.Haris Setiady Agus

Editor : Heru Dwi Suryatmojo


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2018