Banda Aceh (Antaranews Aceh) - Bencana tanah longsor di wilayah dataran tinggi Aceh telah merobohkan satu jembatan menghubungkan jalan lintas nasional Kabupaten Bireuen-Aceh tengah, tepatnya di Desa Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Kamis, mengatakan, peristiwa longsor juga telah mengakibatkan bahu di ruas jalan Bireuen-Aceh Tengah sepanjang 30 meter amblas.

"Akibat hujan lebat secara terus menerus dalam sepekan terakhir, sehingga pergerakan tanah menjadi labil, menyebabkan tanah longsor, dan meningkatnya debit air sungai setempat, sehingga terjadi banjir bandang Rabu (19/12)," tegasnya.

Ia mengaku, bahu jalan lintas nasional sekitar 200 meter dari lokasi robohnya jembatan di Jamur Ujung, sehingga akses ke Bireuen atau Takengon menjadi terganggu karena harus melewati jalan alternatif.

Masih di desa yang sama, lanjut dia, peristiwa tanah longsor juga telah menyebabkan dua unit rumah amblas, sehingga masing-masing dua kepala keluarga menjadi korban.

Sedangkan di Dusun Darus, Desa Nosar, Kecamatan Permata, Bener Meriah dilaporkan satu unit rumah terendam air akibat terjadinya banjir bandang.

Luapan air dari banjir bandang yang terjadi, telah membawa material kayu dan lumpur yang menutupi badan jalan merupakan akses dari Bener Meriah-Lhoksemawe, Aceh, tepatnya di eks PT Kertas Kraft Aceh (Persero).

"Kami melalui BPBD Bener Meriah?telah membantu korban terdampak banjir, seperti? melakukan pembersihan, evakuasi, dan memberikan pertolongan kepada rumah warga yang tertimpa tanah longsor," tutur Dadek.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional I Banda Aceh, Achmad Subki telah melaporkan kondisi abutment jembatan tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Jakarta.

"Jembatan Jamur Ujung amblas, dan terputus tidak bisa dilewati di KM 296+600 pada penghubung lintas Bireuen-Takengon, Aceh Tengah, akibat abutment di sisi jembatan runtuh yang disebabkan terjangan air bah," katanya.

Seperti diketahui, jembatan di Desa Jamur Ujung ini dibangun pemerintah pusat pada tahun 1967 dengan bentangan sepanjang 32 meter, lebar enam meter, dan abutment dari pasangan batu.

"Saat ini tengah diupayakan mendapatkan pinjaman jembatan `bailey` 30 meter dari Dinas Pekerjaan Umum Aceh, dan menelusuri jalur-jalur alternatif. Telah dilakukan pengamanan, dan pemasangan rambu-rambu," tutur Achmad.

Pewarta: Muhammad Said

Editor : Heru Dwi Suryatmojo


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2018