Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh menyatakan jamaah calon haji (JCH) asal provinsi itu sedang bersiap-siap untuk bergerak menuju Arafah bersama dengan jamah lainnya dari Indonesia.

“Puncak haji 1440 Hijriah jatuh pada Sabtu, 10 Agustus 2019, bertepatan dengan 9 Zulhijjah 1440 Hijriah, pada hari tersebut, jamaah calon haji dari seluruh penjuru dunia berkumpul di sana untuk melaksanakan wukuf di Arafah,” kata pimpinan Humas Panitia Pembantu Penyelenggara Ibadah Haji (PPPIH) Embarkasi Aceh Muhammad Nasril di Banda Aceh, Jumat.

Ia menjelaskan informasi tersebut diterimanya dari petugas haji Kloter 8 Embarkasi Aceh.

Ia menyebutkan saat ini 4.666 calon haji Aceh yang tergabung dalam 12 kloter sedang bersiap-siap untuk menghadapi puncak haji, menunggu bus untuk ke Arafah.

“Alhamdulillah secara keseluruhan JCH Aceh dalam keadaan sehat dan stabil. Namun, ada beberapa jamaah yang sedang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi dan KKHI Mekkah, kita doakan semoga segera diberikan kesembuhan, serta dimudahkan dalam melaksanakan setiap aktivitas,” katanya.

Ia menambahkan jamaah Aceh akan diangkut ke Arafah dengan menggunakan bus yang telah disiapkan bagi masing-masing maktab dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“Sebelumnya para petugas sudah mengikuti rapat persiapan jelang puncak haji bersama pihak maktab, PPIH Arab Saudi dan juga petugas kloter telah melaksanakan bimbingan kepada jamaah tentang persiapan menghadapi puncak haji," kata dia.

Ia juga menyampaikan bahwa sejak pagi tadi jamaah telah siap dengan pakaian dan barang bawaan dalam koper kecil untuk perjalanan beberapa hari ke Arafah, Muzdalifah, dan mabit di Mina.

Dia mengatakan untuk persiapan ke Armuzna (Arafah, Mudzalifah, dan Mina), para petugas kloter bersama pihak maktab juga sudah meninjau lokasi di mana tenda masing-masing jamaah akan menetap, baik itu di Arafah maupun di Mina.

Ia juga menyampaikan empat calon haji Aceh meninggal dunia di Mekkah karena sakit. Mereka, masing-masing Salmiyah binti Muhammad Daud (69) asal Pidie, Hazanah binti Muhammad Yusuf (63) asal Aceh Timur, Abdurrahman Chasbullah Surati (62) asal Banda Aceh, dan Tarmizi Bungsu Agam bin Bungsu (76) asal Kecamatan Meukek, Aceh Selatan.
 

Pewarta: M Ifdhal

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2019