Anggota Dewan Kota Banda Aceh, Surya Mutiara meminta PLN di ibukota propinsi Aceh ini, harus maksimal memberi palayanan kepada warga kota. Apalagi selama bulan suci ramadhan semua warga membutuhkan listrik untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari dan beribadah pada malam hari.
Menurut Surya, warga kota sangat dikecewakan akibat kurang maksimal pelayanan PLN selama ini, yang masih sering mati hidup listrik. Kondisi tersebut sangat menganggu berbagai aktivitas warga.
“Semestinya, PLN wajib memberi pelayanan maksimal, sehingga tidak merepotkan warga dalam melaksanakan ibadah puasa dan aktivitas home industry warga dalam memproduksi berbagai kebutuhan selama bulan puasa,” papar anggota dewan dari Fraksi PKS ini.
Padahal, pihak PLN Kota Banda Aceh sudah berjanji selama bulan suci ramadhan listrik tidak akan hidup mati. Namun, kenyataannya tetap masih ada. Ketika dikomfirmasikan kepada PLN, mereka selalu berdalih bahwa arus listrik terpaksa di matikan ke kawasan tertentu karena ada gangguan cuaca- ada pohon yang tumbang atau hujan disertakan badai.
Bila tidak dimatikan, kata Surya mengutip alasan pihak PLN, justru bisa berbahaya bagi warga yang melintas atau akan mengundang terjadi konsetting arus pendek yang membahayakan karena bisa mengundang kebakaran.
Namun, alasan-alasan itu tidak bisa selalu diterima oleh warga yang dengan setia membayar listrik dan bila menunggak langsung arus listrik diputuskan. Kondisi berat sebelah ini dinilai kurang adil – bila arus mati apa kosekwensi bagi warga yang diberikan oleh PLN – jangan ketika terlambat membayar warga langsung dipinalti dengan arus dimatikan.
Diakui, Surya, selama ini dewan kota secara lembaga belum pernah duduk dengan pihak PLN untuk membicaratakan soal listrik yang suka mati-hidup. Namun, secara personal anggota dewan sering mengkomunikaksikan dengan pimpinan PLN Banda Aceh.
Terlepas dari gangguan apapun, warga tetap mau pelayanan PLN ke tempat mereka selalu nyaman. Artinya, arus listrik tetap tersedia ketika dibutuhkan – mereka yang “terzalimi” tidak mungkin bisa menerima bahwa selalu ada gangguan listrik, meski dalam kondisi cuaca baik.
Surya mengakui, daya listrik yang dimiliki PLN Aceh - menjadi salah satu faktor yang membuat pasokan arus listrik ke warga sering hidup mati. Sebagaimana janji pihak PLN, arus listrik secara nasional baru normal pada tahun 2017 mendatang.
Namun, Surya yakin bila Pemda Aceh serius membangun kelistrikan di Aceh tidak harus menunggu sampai tiga tahun kedepan. Tapi, tahun depan saja listrik di Aceh sudah bisa dinormalkan.
“Banyak arus listrik yang terbuang di Aceh, seperti yang dimiliki PT Arun. Padahal, kan bisa dialihkan kepada warga. Dan begitu juga dengan PLTU di Nagan Raya yang masih terlilit masalah pembebasan tanah. Kalau Pemda Aceh serius membantunya persoalan listrik di Aceh bisa segera teratasi bahkan lebih,”ungkap Surya penuh harap.(ADV)
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.