Pertemuan ini dihadiri oleh Irwansyah Putra selaku Wakil Presiden Mahasiswa Unsyiah, Azwar selaku Sekretaris Jenderal BEM Unsyiah, Ikhwan Reza sebagai Menteri Polhukam BEM Unsyiah serta staf. Sementara dari pihak PLN dihadiri General Manager PLN Aceh Sulaiman Daud beserta jajaran.
Mahasiswa mempertanyakan masalah apa yang sebenarnya dialami oleh PLN, sehingga terjadinya pemadaman listrik yang selama ini terjadi di Aceh. serta solusi/langkah apa yang telah dilakukan oleh PLN untuk mengatasi permasalahan ini.
Dalam diskusi yang berlangsung alot itu, pihak PLN mengklarifikasi masalah yang terjadi, sehingga mengakibatkan pemadaman listrik. Diantaranya permasalahan defisit listrik mencapai 30 Mw/hari yang disebabkan oleh kurangnya pasokan listrik dari pembangkit.
Sulaiman mengatakan, dalam mengatasi hal tersebut, PLN telah melakukan perencanaan sistem jaringan listrik di Aceh dan juga pemanfaatn berbagai sumber daya alam seperti tenaga air, cadangan batu bara, dan energi panas bumi.
Namun, beberapa perencanaan pembangunan transmisi maupun pembangkit baru menjadi terhambat dan mengalami delay. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya akibat kesulitan proses pembebasan lahan dengan masyarakat sekitar, katanya.
Sementara itu, Irwansyah menyarankan PLN membentuk tim untuk memberikan penyuluhan dan pendekatan dengan masyarakat sekitar tentang pentingnya implementasi pembangunan sistem jaringan listrik.
Ia juga meminta kepada Pemerintah Aceh, DPRA serta PLN Aceh untuk berkoordinasi dan mencari solusi atas berbagai permasalahan listrik di Aceh.
BEM Unsyiah juga memberikan beberapa rekomendasi yang langsung ditandatangani oleh General Manager PLN Aceh, yaitu pertama meminta komitmen PLN Aceh untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan yang lebih baik untuk rakyat dimasa yang akan datang.
Kedua, meminta pihak PLN untuk bertindak tepat dan cepat dalam mengatasi permasalahan kekurangan daya listrik di Aceh.
Dan ketiga, jika dalam waktu satu bulan tidak ada perubahan, maka akan ada tindakan lanjutan dari mahasiswa.
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.