Banda Aceh, 12/1 (Antaraaceh) - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh menyatakan akan memperbaiki jaringan tambak dibeberapa kabupaten yang rusak akibat banjir 2014.

"Perbaikan ini bertujuan meningkatkan produksi perikanan budidaya milik masyarakat," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Diauddin di Banda Aceh, Senin.

Ia menjelaskan perbaikan jaringan tambak yang rusak akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh itu meliputi lima kabupaten diantaranya Aceh Timur dan Aceh Utara.

"Kami berharap dengan perbaikan ini produksi perikanan budidaya akan meningkat dan kesejahteraan nelayan juga akan bertambah," katanya.

Diauddin mengatakan potensi kemaritiman di provinsi berpenduduk sekitar 4,5 juta jiwa itu cukup besar sehingga perlu terus dikembangkan dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah.

Data sementara DKP Aceh untuk produksi perikanan budidaya pada tahun 2014 di provinsi itu sebesar 44.695 ton dengan luas area tambak yang tersebar di 23 kabupaten/kota seluas 55.732 hektare.

Adapun komoditas perikanan budidaya di Provinsi Aceh itu terdiri dari udang, kerapu, kakap, bandeng, patin, nila, ikan mas, lele, gurame dan kepiting.

Pihaknya meyakini produksi perikanan di provinsi ujung paling barat Indonesia akan terus bertambah setiap tahunnya sehingga upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan akan terwujud di masa mendatang.

Ia menambahkan, selain perbaikan jaringan tambak dalam rangka meningkatkan produksi perikanan budidaya, Pemerintah Aceh juga akan membantu benih bandeng 1.000 sampai 1.500 ekor per hektare untuk petani tambak.


Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026