Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Perusahaan milik daerah Aceh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Mustaqim Sukamakmur membukukan laba sebesar Rp4,83 miliar (un Auditee) pada tahun 2015 atau melebihi dari target yang ditetapkan pada tahun itu sebesar Rp4,76 miliar.
"Alhamdulillah meski saat ini Indonesia berada di tengah tekanan perekonomian global yang sangat ketat, perusahaan daerah tetap dapat menunjukkan kinerja yang baik," kata Direktur Utama PD BPR Mustaqim Sukamakmur T Hanansyah di Banda Aceh, Rabu.
Ia menjelaskan laba yang dibukukan pada tahun 2015 itu naik 10 persen dibanding dengan periode yang sama pada tahun 2014.
Ia menjelaskan pencapaian tersebut menghasilkan pertumbuhan aset yang berkualitas yakni hingga akhir Desember 2015, aset PD BPR Mustaqim Sukamakmur mencapai 142,24 miliar atau naik sebesar 32,15 persen dibanding total aset pada akhir Desember 2014 sebesar Rp107,64 miliar.
Perbankan milik Pemerintah Aceh tersebut telah memiliki 1 kantor pusat, 14 kantor cabang, dan 8 kantor kas dengan total 23 kantor hampir tersebar di 23 kabupaten/kota, termasuk di Pulau Aceh.
BPR milik Pemerintah Aceh itu adalah satu-satunya bank yang ada dan berkantor di Kecamatan Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar guna melayani masyarakat di daerah kepulauan tersebut.
Ia menambahkan PD BPR Mustaqim Sukamakmur juga telah memantapkan pengembangan bisnis pada sektor pertanian dan peternakan, mengingat masih sedikitnya perbankan lainnya yang berani ikut andil dalam sektor tersebut.
Hanansyah mengatakan keberhasilan yang diraih tersebut juga tidak terlepas dari kerja sama tim dan dukungan penuh Gubernur Aceh selaku pemilik dan pihaknya juga sangat bersyukur atas disetujuinya qanun/peraturan daerah syariah operasional Bank Mustaqim Syariah yang akan efektif pada bulan Agustus 2016.
Ia mengatakan seiring dengan semangat Gubernur Aceh Zaini Abdullah di bidang pemberdayaan masyarakat, BPR Mustaqim terus memacu dan membantu serta memberikan kemudahan usaha kecil dan menengah.
"Alhamdulillah meski saat ini Indonesia berada di tengah tekanan perekonomian global yang sangat ketat, perusahaan daerah tetap dapat menunjukkan kinerja yang baik," kata Direktur Utama PD BPR Mustaqim Sukamakmur T Hanansyah di Banda Aceh, Rabu.
Ia menjelaskan laba yang dibukukan pada tahun 2015 itu naik 10 persen dibanding dengan periode yang sama pada tahun 2014.
Ia menjelaskan pencapaian tersebut menghasilkan pertumbuhan aset yang berkualitas yakni hingga akhir Desember 2015, aset PD BPR Mustaqim Sukamakmur mencapai 142,24 miliar atau naik sebesar 32,15 persen dibanding total aset pada akhir Desember 2014 sebesar Rp107,64 miliar.
Perbankan milik Pemerintah Aceh tersebut telah memiliki 1 kantor pusat, 14 kantor cabang, dan 8 kantor kas dengan total 23 kantor hampir tersebar di 23 kabupaten/kota, termasuk di Pulau Aceh.
BPR milik Pemerintah Aceh itu adalah satu-satunya bank yang ada dan berkantor di Kecamatan Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar guna melayani masyarakat di daerah kepulauan tersebut.
Ia menambahkan PD BPR Mustaqim Sukamakmur juga telah memantapkan pengembangan bisnis pada sektor pertanian dan peternakan, mengingat masih sedikitnya perbankan lainnya yang berani ikut andil dalam sektor tersebut.
Hanansyah mengatakan keberhasilan yang diraih tersebut juga tidak terlepas dari kerja sama tim dan dukungan penuh Gubernur Aceh selaku pemilik dan pihaknya juga sangat bersyukur atas disetujuinya qanun/peraturan daerah syariah operasional Bank Mustaqim Syariah yang akan efektif pada bulan Agustus 2016.
Ia mengatakan seiring dengan semangat Gubernur Aceh Zaini Abdullah di bidang pemberdayaan masyarakat, BPR Mustaqim terus memacu dan membantu serta memberikan kemudahan usaha kecil dan menengah.
Pewarta: Pewarta : Muhammad IfdhalUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.