Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, tetap menyiagakan relawannya untuk mengantisipasi berbagai bencana yang ada di daerah itu.
Ketua PMI Cabang Aceh Utara Ismed Nur Aj Hasan di Lhokseumawe Jumat mengatakan, relawan PMI selalu siap melakukan tugas-tugas kemanusian disaat dibutuhkan, apalagi untuk kondisi daerah yang rawan terhadap bencana, seperti musibah banjir.
Terkait daerah rawan banjir di beberapa kecamatan pedalaman,ia mengatakan, pihaknya membentuk ranting PMI tingkat kecamatan yang memantau perkembangan bencana, sehingga, apabila terjadinya bencana, akan langsung memberitahu ke markas untuk dilakukan langkah-langkah yang dianggap penting.
Namun, kata Ismed, pada prinsipnya jika ada bencana dan membutuhkan keterlibatan relawan PMI, pihaknya tetap berkordinasi dengan pemerintah daerah setempat, apakah dibutuhkan dukungan relawan secara langsung ataupun tidak.
"Relawan PMI selalu siap jika diminta kapan saja, karena relawan PMI selalu disiagakan dan tinggal dikumpulkan untuk melakukan tindakan evakuasi dan lain sebagainya dalam rangka tugas kemanusiaan," ujar Ismed.
Sebutnya, relawan PMI Aceh Utara terdiri dari berbagai profesi, baik dari kalangan masyarakat biasa, para profesional maupun dari kalangan mahasiswa. Dimana, semunya tergabung dalam Tenaga Sukarelawan (TSR) dan juga untuk mahasiswa tergabung dalam Korps Sukarelawan (KSR).
Untuk PMI Aceh Utara, terdapat dua KSR di dua perguruan tinggi, yaitu KSR-08 STAIN Malikussaleh dan KSR-04 Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara.
"Relawan-relawan tersebut, tinggal dihubungi melalui pimpinan regunya masing-masing dan langsung berkumpul yang selanjutnya bergerak ke lokasi menurut tugasnya masing-masing. Namun jika tidak sedang ada tugas kemanusian, para relawan ini menjalani profesinya masing-masing seperti biasa," ungkap Ketua PMI Aceh Utara.
Ketua PMI Cabang Aceh Utara Ismed Nur Aj Hasan di Lhokseumawe Jumat mengatakan, relawan PMI selalu siap melakukan tugas-tugas kemanusian disaat dibutuhkan, apalagi untuk kondisi daerah yang rawan terhadap bencana, seperti musibah banjir.
Terkait daerah rawan banjir di beberapa kecamatan pedalaman,ia mengatakan, pihaknya membentuk ranting PMI tingkat kecamatan yang memantau perkembangan bencana, sehingga, apabila terjadinya bencana, akan langsung memberitahu ke markas untuk dilakukan langkah-langkah yang dianggap penting.
Namun, kata Ismed, pada prinsipnya jika ada bencana dan membutuhkan keterlibatan relawan PMI, pihaknya tetap berkordinasi dengan pemerintah daerah setempat, apakah dibutuhkan dukungan relawan secara langsung ataupun tidak.
"Relawan PMI selalu siap jika diminta kapan saja, karena relawan PMI selalu disiagakan dan tinggal dikumpulkan untuk melakukan tindakan evakuasi dan lain sebagainya dalam rangka tugas kemanusiaan," ujar Ismed.
Sebutnya, relawan PMI Aceh Utara terdiri dari berbagai profesi, baik dari kalangan masyarakat biasa, para profesional maupun dari kalangan mahasiswa. Dimana, semunya tergabung dalam Tenaga Sukarelawan (TSR) dan juga untuk mahasiswa tergabung dalam Korps Sukarelawan (KSR).
Untuk PMI Aceh Utara, terdapat dua KSR di dua perguruan tinggi, yaitu KSR-08 STAIN Malikussaleh dan KSR-04 Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara.
"Relawan-relawan tersebut, tinggal dihubungi melalui pimpinan regunya masing-masing dan langsung berkumpul yang selanjutnya bergerak ke lokasi menurut tugasnya masing-masing. Namun jika tidak sedang ada tugas kemanusian, para relawan ini menjalani profesinya masing-masing seperti biasa," ungkap Ketua PMI Aceh Utara.
Pewarta: Pewarta : MukhlisUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.